KALTIMNEWS.CO – Kontestasi menuju kursi Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur belum sepenuhnya mengerucut. Sejumlah komunitas strategis masih menimbang arah dukungan, termasuk KKBM Kaltim yang hingga kini belum menentukan pilihan politiknya.
Sikap tersebut ditegaskan Ketua KKBM Kaltim, H Abdul Jawad, dalam forum pertemuan yang digagas H Muhammad Nasir di Yens Delight, Jalan Juanda, Samarinda, Kamis (30/4/2026) siang.
Alih-alih terburu-buru, Jawad menilai momentum saat ini masih berada pada fase awal. Proses pendaftaran calon ketua yang belum dibuka menjadi salah satu alasan utama pihaknya menahan keputusan.
“Kami tidak ingin buru-buru dalam menentukan arah dukungan. Pendaftaran saja belum dibuka,” ujar Jawad.
Menurutnya, dinamika yang berkembang saat ini masih sangat cair. Figur-figur yang muncul sebagai bakal calon masih berpotensi berubah, baik dari sisi jumlah maupun konfigurasi dukungan di lapangan.
Ia mengungkapkan, komunikasi dengan sejumlah kandidat memang sudah terjalin. Namun, KKBM Kaltim memilih menunggu hingga proses resmi berjalan, sebagai indikator keseriusan para kontestan.
“Semua masih berproses. Beberapa sudah melakukan komunikasi dengan kami, tetapi kami ingin melihat siapa yang benar-benar serius saat sudah berstatus sebagai calon ketua,” jelasnya.
Meski demikian, Jawad menegaskan bahwa sikap menunggu bukan berarti meragukan komitmen para bakal calon yang sudah muncul ke publik. Ia menilai seluruh figur memiliki peluang, hanya saja keputusan organisasi harus diambil secara matang dan terukur.
Di tengah situasi ini, posisi KKBM Kaltim menjadi salah satu kunci dalam membaca arah pertarungan. Dengan basis komunitas yang cukup solid, keputusan mereka diperkirakan akan memberi pengaruh signifikan terhadap peta dukungan menjelang Muswil.
Dengan waktu yang masih tersisa menuju 31 Mei, kontestasi diprediksi akan semakin dinamis. Konsolidasi, komunikasi, dan pembuktian program menjadi faktor yang akan menentukan siapa figur yang akhirnya mampu mengunci dukungan komunitas-komunitas strategis di tubuh KKSS Kaltim. (rif/kaltimnews.co)