KALTIMNEWS.CO, Samarinda- Dengan dilaksanakannya Direct Call yang dilakukan oleh PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) membuat arus barang baik yang diekspor maupun impor semakin lancar. Demikian yang disebutkan Direktur utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT), Muhammad Basir kepada sejumlah awak media beberpa waktu yang lalu.
Menurutnya system Direct Call sangat ampuh dalam memangkas jarak tempuh hingga biaya logistik. Terlebih dengan prospek ekspor melalui KKT akan meningkat dengan adanya Direct call.
"Berbicara mengenai Direct Call, tidak semudah yang dibayangkan orang. Seketika kita mengalihakan jalur kapal itu, karena jalur internasional itu sebenarnya adanya titiknya di Singapura. Oleh karena itu bicara direct call berarti sama saja kita bicara merubah peta perdagangan dunia," urainya.
Di 18 April 2018 yang lalu, sebut dia, PT KKT telah mencoba Direct Call, namun kala itu pihaknya belum mendapatkan dukungan penuh dari cargo owner, dan hanya bias mengelola empat call saja.
"Kami tidak pernah patah semangat, seiring berjalanya waktu, kami menyadari bahwa kita adalah negara kepulauan yang tentu biaya logistiknya sangat mahal, oleh karena itu kita mencoba mencari alternatif sehingga biaya logistik barang itu bisa kita tekan dengan distribusi barang berjalan dengan lancar," jelasnya.
Berbagi langkah kini ditempuh jajaran KKT, sebut saja menciptakan transitment yang kini sudah berjalan baik selama dua tahun terakhir.
"Sudah berjalan salah satu perusahaan mitra kami yaitu PT Salam Pasifik dan kami bujuk dia. Kami bercita-cita menciptkan singapura kecil. Sekedar informasi kami telah berhasil mengajak Marks line group untuk melakukan Direct call di pelabuhan KKT," paparnya.
Lbih jauh dikatakannya, sejak bulan maret kemarin beberapa call sudah berjalan, seperti marks line yang sebelumnya hanya masuk di Jakarta dan Surabaya. Namun sekarang sudah bisa masuk di KKT dan kedepannya diharapkan bisa masuk lagi di Makassar.
Terkait pendemi Covid-19 dirinya menyebut jika. Pihaknya telah membuat terobosan berupa konsep pemilik barang atau cargo owner dengan system online. “Dengan system ini para pemeilik barang tidak perlu datang ke KKT cukup dari rumah, transaksinya melalui online,” sebutnya. (*)