Skip to content

Jelang Aksi 21 April Muhammadiyah Kaltim Serukan Aksi Damai Tanpa Anarkis

Dipublikasikan: 15 Apr 2026, 14:57
Jelang Aksi 21 April Muhammadiyah Kaltim Serukan Aksi Damai Tanpa Anarkis

KALTIMNEWS.CO – Menjelang rencana aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, menghindari tindakan anarkis, serta tidak mudah terprovokasi isu yang berkembang di media sosial.

Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap stabilitas keamanan daerah di tengah meningkatnya dinamika sosial dan politik yang berpotensi memicu gesekan di lapangan.

Seruan Menjaga Aspirasi Tetap Damai

Dalam pernyataannya, Muhammadiyah Kaltim menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengedepankan etika, ketertiban, dan tanggung jawab sosial.

Lima poin penting disampaikan sebagai pedoman bagi peserta aksi, di antaranya, Menyampaikan aspirasi secara santun, bermartabat, dan sesuai hukum yang berlaku, kemudian menghindari tindakan anarkis, provokatif, serta perbuatan yang merugikan publik, selanjutnya, menguatkan semangat persatuan, ukhuwah, dan kedamaian dalam kehidupan berbangsa 

Selain itu, Massa diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks, sekaligus memberikan kepercayaan kepada aparat keamanan dalam menjaga kondusivitas daerah.

Waspada Penyebaran Informasi Menyesatkan

Muhammadiyah juga menyoroti potensi meningkatnya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memperkeruh suasana menjelang aksi. Masyarakat diimbau lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya di ruang digital.

Menurut Muhammadiyah Kaltim, stabilitas sosial sangat bergantung pada peran semua pihak, termasuk peserta aksi, masyarakat umum, serta aparat keamanan.

Pesan Damai untuk Kalimantan Timur

Sebagai organisasi dakwah yang mengusung prinsip amar ma’ruf nahi munkar, Muhammadiyah menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan keadaban.

“Menjaga Kalimantan Timur tetap aman, damai, dan kondusif adalah tanggung jawab bersama,” demikian penegasan dalam imbauan tersebut.

Imbauan ini ditandatangani oleh Ketua PW Muhammadiyah Kaltim KH. Siswanto dan Sekretaris Ir. H. Amir Hady, sebagai bentuk ajakan moral agar seluruh elemen masyarakat mengedepankan kedamaian di tengah dinamika yang berkembang. (*/rif/Kaltimnews.co)