KALTIMNEWS.CO – Forum Pemuda Sulawesi Selatan (FPSS) Kalimantan Timur akan menggelar diskusi umum yang diprediksi menyedot perhatian warga KKSS. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di Kopi Kuno pada Sabtu malam (11/4/2026).
Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dengan latar belakang kuat di bidangnya. Di antaranya Prof Ridwan Tassa, eks birokrat yang akan mengupas sinergitas dan tata kelola organisasi; Dr. Rusman Ya’qub yang dikenal sebagai organisatoris dengan fokus pada konsep organisasi adaptif; serta Andi Ade Lepu, tokoh pemuda yang akan membahas pentingnya kolaborasi lintas generasi.
Kegiatan ini akan dipandu oleh moderator Habil Ngewa yang dikenal komunikatif dan mampu menghidupkan dinamika forum.
Menariknya, forum ini diinisiasi langsung oleh kalangan muda KKSS yang tergabung dalam FPSS organisasi yang baru terbentuk namun mulai menunjukkan peran strategis. FPSS sendiri saat ini dipimpin oleh Akbar Jaya, ST, dengan Solichin Natsir yang akrab disapa Ocha sebagai Sekretaris.
Dalam keterangannya, Akbar Jaya menegaskan bahwa diskusi ini akan mengelaborasi berbagai persoalan organisasi serta tantangan yang harus dihadapi KKSS ke depan.
Momentum ini dinilai semakin penting, mengingat KKSS Kaltim pada tahun ini memasuki usia emas ke-50 tahun. Dengan capaian tersebut, dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menjaga eksistensi, tetapi juga meletakkan fondasi dan legacy terbaik bagi masa depan organisasi.
“Secara teknis, persiapan kegiatan ini sudah berada di angka 90 persen. Mulai dari penyusunan konsep, konfirmasi narasumber, hingga kesiapan lokasi, semuanya telah dimatangkan agar diskusi berjalan optimal dan memberi kontribusi nyata bagi arah organisasi KKSS ke depan,” ujar Akbar.
Tak hanya itu, ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal FPSS untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat luas, khususnya warga KKSS di Kalimantan Timur, dan lebih spesifik di Samarinda.
Diskusi ini merupakan edisi perdana, namun FPSS telah menyiapkan agenda berkelanjutan dengan menghadirkan lebih banyak tokoh penting di masa mendatang.
“Ini baru edisi pertama. Ke depan, kami akan terus menghadirkan diskusi serupa dengan menghadirkan tokoh-tokoh penting lainnya,” tambahnya.
Dengan menggabungkan isu kepemimpinan, nilai budaya, serta tantangan organisasi modern di usia emasnya, diskusi ini diperkirakan menjadi ruang strategis bagi pemuda KKSS untuk mengambil peran lebih aktif dalam menentukan arah masa depan organisasi. (rif/kaltimnews.co)