Skip to content

Muswil KKSS Kaltim Kian Dekat, Nama Calon Menguat Pendaftaran Belum Dibuka

Dipublikasikan: 17 Apr 2026, 23:35
Muswil KKSS Kaltim Kian Dekat, Nama Calon Menguat Pendaftaran Belum Dibuka

KALTIMNEWS.CO — Pembicaraan tentang Musyawarah Wilayah (Muswil) KKSS Kalimantan Timur tidak lagi sekadar soal agenda organisasi. Di sejumlah sudut pertemuan, obrolan mulai bergeser tentang siapa yang akan maju, dan kapan semuanya benar-benar dimulai.

Muswil yang dijadwalkan pada 31 Mei 2026 di Samarinda memang tinggal menghitung waktu. Namun hingga kini, tahapan paling awal pendaftaran calon ketua belum juga dibuka. Di tengah jeda itu, muncul satu suasana yang sama: menunggu.

Ketua Forum Pemuda Sulawesi Selatan (FPSS), Akbar Jaya, menangkap situasi tersebut sebagai sesuatu yang perlu segera dijawab. Baginya, kepastian bukan hanya soal jadwal, tetapi juga tentang memberi ruang bagi warga KKSS untuk mengenal para calon pemimpinnya.

“Dalam waktu dekat hal itu harus segera dilaksanakan agar nantinya semua bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Bagi sebagian orang di internal KKSS, Muswil bukan sekadar memilih ketua. Ia adalah ruang pertemuan harapan tentang siapa yang mampu merangkul, menjaga, dan membawa organisasi tetap solid di tengah perubahan.

Itulah sebabnya, keterbukaan proses menjadi penting. Ketika tahapan belum dimulai, semua masih berada dalam posisi yang sama: bersiap, namun belum benar-benar melangkah.

Di tengah situasi itu, nama-nama mulai beredar dari satu percakapan ke percakapan lain. Ridwan Tasa, Andi Saharuddin, H. Muslimin, Syandri Syamsuddin, hingga Irwan Fecho, menjadi figur yang kerap disebut dalam bursa calon Ketua KKSS Kaltim.

Masing-masing membawa cerita dan latar yang berbeda. Ada yang dikenal lama di internal organisasi, ada yang tumbuh dari jejaring sosial dan kultural, ada pula yang datang dengan pengalaman di ruang publik.

Bagi warga KKSS, mengenal nama saja belum cukup. Mereka ingin melihat siapa yang benar-benar siap hadir, menyampaikan gagasan, dan berdiri sebagai calon secara resmi. Namun selama tahapan pendaftaran belum dibuka, semua itu masih sebatas kemungkinan.

Pengalaman masa lalu juga masih tersimpan dalam ingatan sebagian anggota. Ada harapan agar Muswil kali ini berjalan lebih tenang, lebih terbuka, dan tidak diwarnai ketegangan yang berlebihan.

“Kita tidak ingin Muswil ini seperti sebelumnya,” kata Akbar, singkat.

Harapan itu sederhana, tetapi penting: proses yang jelas, ruang yang adil, dan suasana yang tetap terjaga.

Kini, waktu terus bergerak menuju akhir Mei. Di antara percakapan yang semakin ramai dan nama-nama yang mulai menguat, satu hal masih dinantikan oleh banyak pihak kepastian.

Karena bagi mereka, Muswil bukan hanya soal siapa yang akan terpilih, tetapi juga bagaimana proses itu dijalankan. Dan dari situlah, kepercayaan akan tumbuh. (rif/kaltimnews.co)