KALTIMNEWS.CO – Dinamika menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Timur kian menghangat. Sejumlah nama telah mencuat sebagai bakal calon ketua, namun arah dukungan mulai menunjukkan kecenderungan tertentu.
Forum Pemuda Sulawesi Selatan (FPSS) Kaltim menjadi salah satu elemen yang aktif mencermati perkembangan ini. Dari sejumlah figur yang ada, sinyal dukungan organisasi pemuda tersebut mulai mengarah pada satu nama.
Meski demikian, peta persaingan masih terbuka dan berpotensi berubah hingga tahapan akhir.
Sejumlah tokoh yang kini masuk dalam bursa calon Ketua KKSS Kaltim antara lain Ridwan Tasa, Andi Saharuddin, H. Muslimin, Syandri Syamsuddin, serta Irwan Fecho.
Masing-masing figur membawa kekuatan dan basis dukungan yang berbeda. Ridwan Tasa dikenal sebagai Ketua Harian KKSS Kaltim dengan pemahaman kuat terhadap internal organisasi. Andi Saharuddin merupakan politisi Partai Golkar sekaligus anggota DPRD Samarinda yang memiliki pengalaman memimpin Himpunan Masyarakat Parepare (HMP). Sementara H. Muslimin dan Syandri Syamsuddin hadir dengan jejaring sosial dan kultural yang tidak bisa diabaikan.
Di tengah dinamika tersebut, nama Irwan Fecho mulai mendapat sorotan lebih. Selain menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Demokrat periode 2025–2030, ia juga dikenal sebagai pengusaha dan aktivis.
Irwan mendirikan PT Tho Sangkulirang Mandiri, serta menggagas sejumlah gerakan seperti Forum Peduli Karst Kalimantan Timur (FPKKT), Forum Bela Negara Kutai Timur, hingga jaringan relawan Cakra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kombinasi pengalaman ini dinilai memperkuat kapasitasnya dalam membangun jejaring lintas sektor.
Ketua FPSS Kaltim, Akbar Jaya, menyebut bahwa dari sejumlah kandidat yang ada, terdapat dua nama yang dinilai paling menonjol dari sisi kapasitas dan peluang, yakni Irwan Fecho dan Andi Saharuddin.
“Keduanya punya kapasitas. Tapi dari komunikasi yang terbangun, Irwan Fecho sudah menyatakan kesiapan dan lebih intens menjalin komunikasi,” ujarnya.
Menurut Akbar, kesiapan lebih awal menjadi salah satu faktor penting dalam kontestasi organisasi. Hal ini, kata dia, turut memengaruhi persepsi dan arah dukungan di kalangan pemuda.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa FPSS tetap menghormati seluruh kandidat yang ada dan membuka ruang bagi dinamika hingga tahapan pendaftaran resmi.
“Kami tetap menghargai semua figur. Tapi memang dinamika yang berkembang saat ini menunjukkan kecenderungan dukungan mulai mengarah,” tambahnya.
Di sisi lain, Andi Saharuddin hingga kini masih menyatakan sikap “wait and see”. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi politik, meskipun dalam beberapa situasi dapat berpengaruh terhadap momentum.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju 31 Mei, kontestasi Ketua KKSS Kaltim dipastikan akan semakin dinamis. Meski sinyal dukungan mulai terbaca, peta persaingan belum sepenuhnya terkunci.
Apakah kecenderungan ini akan bertahan hingga hari pemilihan, atau justru berubah di menit akhir semua masih terbuka. (rif/kaltimnews.co)