Skip to content

Ditengah Pendemi Covid-19 Ekonomi Penduduk Muara Muntai Tetap Stabil

Baharuddin: Produksi Para Nelayan Tetap Stabil Naik Tangkap Maupun Budidaya

Dipublikasikan: 08 Aug 2020, 16:04
ADVERTORIAL
Ditengah Pendemi Covid-19 Ekonomi Penduduk Muara Muntai Tetap Stabil
Sekertaris Kecamatan Muara Muntai Bahruddin (Kiri) saat menerima kunjungan kerja Tim Dinas Kominfo Kukar di kantornya -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

banner-agustus.

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Muara Muntai adalah salah satu dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara, (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) terletak kurang lebih 157 Kilo Meter (KM) arah barat dari Kota Tenggarong dapat ditempuh lewat darat kurang lebih 3 jam perjalanan.

Kecamatan Muara Muntai memiliki luas wilayah administratif 928,60 Km persegi terdiri dari 13 desa, 5 dusun yang terbagi dalam 93 RT. Kecamatan yang dihuni sekitar 5.713 Kepala Kuluarga (KK) ini berada di area dataran sedang hingga rendah sehingga penduduknya mayoritas bermukim di sepanjang aliran sungai Mahakam dan Sungai Muntai serta danau Perian, danau Sepatung dan danau Batu bumbun, olehnya tidaklah mengherankan jika lebih dari separuh warga Kecamatan Muara Muntai memanfaatkan perairan sungai dan danau sebagai wadah untuk mengais rezeki.

Data menunjukkan bahwa tidak kurang dari 1.758 KK di wilayah ini, berprofesi sebagai pembudidaya ikan dengan media kolam maupun keramba dan lebih dari 2.163 KK menggeluti usaha perikanan tangkap.

Kecamatan Muara Muntai dalam satu tahun dapat memproduksi ikan melalui budidaya perikanan sekitar 3.579.85 Ton, sementara untuk perikanan tangkap mampu menghasilkan paling tidak 7.061.88 Ton, karenanya tidaklah mengherankan jika Kecamatan Muara Muntai yang terkenal sebagai empat jembatan kayu terpanjang juga sangat dikenal sebagai salah satu kecamatan penghasil ikan sungai dan danau di Kukar.

Sekertaris Kecamatan Muara Muntai Bahruddin, kepada media ini menjelaskan bahwa di wilayahnya terdapat tidak kurang dari 2.898 kapal yang digunakan sebagai sarana penangkapan ikan baik di sungai maupun danau, disamping itu juga terdapat keramba di sepanjang perairan sekitar 3.242 hektar sebagai sarana budidaya perikanan.

Pandemi Covid-19 yang merebak sejak maret 2020 diberbagai penjuru dunia termasuk Muara Muntai pada khususnya, tentunya berimbas pada berbagai sektor kehidupan, hebatnya sektor ekonomi yang membuat berbagai daerah terpuruk justru di Kecamatan Muara Muntai hampir tidak berdampak sama sekali.

“Produksi para nelayan tetap stabil baik tangkap maupun budidaya bahkan untuk pemasaran produk justru nelayan kami sering kewalahan memenuhi permintaan para pembeli yang langsung datang ke lokasi tempat pengumpul sebagai tempat nelayan menjual hasil budidaya dan tangkapannya,” ujarnya.

Dijelaskan Bahruddin, andai saja tehnologi menyentuh usaha para nelayan seperti tehnologi benih, tehnologi cool storage dan tehnologi penangkapan yang ramah lingkungan agar sustainable usaha perikanan berkelanjutan dan lain sebagainya saya meyakini usaha nelayan kami semakin meningkat dari tahun ke tahun.

“Andai saja warga Kecamatan Muara Muntai terakomodir dalam kelompok usaha koperasi nelayan untuk mewadahi usaha mereka baik sebagai pengumpul ataupun sebagai usaha simpan pinjam maka saya yakin Muara Muntai semakin maju dan berkontribusi besar dalam pembangunan untuk muara muntai sendiri, Kukar bahkan Kaltim secara umum,” terangnya. (*)