
KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sebagai komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19, dan dalam rangka mewujudkan program revolusi jagung yang telah canangkan beberapa tahun lalu di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, (Kaltim) Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Wakil Bupati Chairil Anwar, Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi Kaltim, Kadis Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sutikno, dan Camat Sebulu Muhfizar, Dadang Sudarya, serta Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltim Wisdianto, melaksanakan penananan jagung super hibrida Asia 92 dilahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gerbang Makmur yang terletak di dusun Harapan Jaya, Desa Sanggulan Kecamatan Sebulu, Sabtu (15/8/2020) siang.
Dalam kesempatannya, Bupati Edi Damansyah mengungkapkan pertanian merupakan sektor andalan di Kukar, karena terhitung dari 2018 - 2019 telah terjadi peningkatan kurang lebih sebesar 14 persen, sehingga pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltim yang lalu, Kukar mendapatkan dua panji keberhasilan dalam bidang pertanian hortik.
BACA JUGA:
Kukar Galakkan Program Revolusi Jagung
Salah satu andalan pertanian hortik tersebut yakni jagung hibrida merupakan salah satu komuditas yang diprioritaskan pengembangannya, karena menurut kajian jagung hibrida ini di Kukar sangat mudah dalam tumbuh berkembangnya.
"Tadi kita lihat sangat subur pertumbuhannya, bahkan menurut keterangan PPL tidak memerlukan pupuk, artinya bisa tumbuh secara alami dan tidak memerlukan perawatan khusus" ungkap Edi
Bupati Edi Damansyah mengapresiasi gapoktan Gerbang Makmur, karena digabungan kelompok tani ini hampir semua komoditas ditanam oleh anggota Gapoktan.
"Itu juga yang menanam padi, itu juga yang menanam jagung, dan itu juga yang menanam buah naga, sehingga hampir tidak ada waktu terputus" ujar Edi.
Edi menginginkan di Kukar ini nantinya ada pabrik pengolahan jagung hibrida, sehingga jagung hasil panen petani langsung diolah dipabrik yang ada, tidak perlu dijual keluar.
"Saya ingin sebagai salah satu mendukung program revolusi jagung ditahun mendatang kita harus punya pabrik pengolahan jagung, sehingga jagung hasil Gapoktan langsung bisa kita beli dan kita olah sendiri, sehingga bisa kita jual dalam bentuk produk jadi" tandas Edi.
Diketahui acara penanaman jagung tersebut dirangki dengan dialog antara para anggota gapoktan dan para PPL selain itu juga dilakukan penyerahan bibit jagung hibrida Asia 92, dan pestisida kepada anggota gapoktan Gerbang Makmur. (*)