Skip to content

Keren, Dibentuk 5 Bulan Lalu, Dasa Wisma Desa Batuah Kini Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Kades Abdul Rasyid: Dimulai Dari Langkah Kecil, Kini Sudah Menjadi Penyuplay Kebutuhan Pokok Sejumlah Perusahaan

Dipublikasikan: 28 Jul 2020, 04:22
ADVERTORIAL
Keren, Dibentuk 5 Bulan Lalu, Dasa Wisma Desa Batuah Kini Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
Bupati Kukar, Edi Damansyah di dampingi Kades Batuah, Abdul Rasyid dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Batuah, Evi Wardhana saat meresmikan salah satu kebun sawi lilik Dasa Wisma Batuah -- www.kaltimnews.co/Foto: Istimewa

banner-Kominfo-Kukar.

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Desa Batuah Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), kini terus berbenah diri. Ditangan Kepala Desa (Kades) Abdul Rasyid, Desa yang memiliki luas wilayah sekitar 84,7 Kilometer (Km) persegi, dengan jumlah penduduk sebanyak 8.853 jiwa yang tersebar di 10 dusun atau 49 Rukun Tetangga (RT) tersebut, kini tengah menggalakkan peningkatan ekonomi kreatif.     

Salah satu sektor yang mencolok yakni dengan berjalannya Dasa Wisma Desa. Program ini tentunya tidak lepas dari peran serta Desa Batuah dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa setempat.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Ketua PKK Desa Batuah, Evi Wardhana, mengatakan Dasa Wisma ini baru berjalan sekira 5 bulan, tepat pasca dirinya dilantik sebagai Ketua Tim Penggerak PKK di Desa tersebut.

“Akhir Februari kemarin baru terbentuk, namun hingga sekarang para ibu-ibu yang masuk dalam Dasa Wisma ini kini sudah mulai merasakan dampak dan hasil yang diperoleh,” ujar Evi panggilan akrab dari istri Kades Abdul Rasyid.

Dalam perjalananya kata dia, Dasa wisma ini lebih kepada pengembangan sektoril pertanian berupa komuditi sayur mayur yang merupakan sektor andalan bagi kelompok yang terdiri dari 20 orang peserta tersebut.

“Ada sekira 80 kelompok yang masuk dalam daftar Dasa Wisma, mereka (anggota,Red) merupakan warga Desa Batuah dari masing-masing RT setempat,” katanya.

Evi mengungkapkan jika dirinya salut dengan semangat warga Dasa Wisma dalam mejalankan roda ekonomi di desa tersebut, sebut saja penyiapan lahan yang sejatinya disiapkan oleh desa namun di tangan pihak Dasa Wisma semua hal tersebut disipkan secara peribadi tanpa campur tangan dari desa.

“Begitu dibentuk mereka langsung menyiapkan areal perkebunan yang akan digunakan, ada malah diantara mereka yang membuka lahan tidur untuk dijadikan lahan perkebunan, bahkan dalam penyipana bibit pun mereka melakukan sendiri, ini merupakan semangat yang luar biasa dan patut kami apresiasi,” tuturnya.

Sementara Itu Kades Abdul Rasyid mengatakan, Ikut mengapresiaisi kegiatan Dasa Wisma di wilayahnya itu, menurutnya berbagai pengembangan kini telah dilakukan oleh Dasa Wisma.

“Mereka ini sudah menjadi suplayer kebutuhan sayur dan buah kepada masing-masing penyedia catering perusahaan tambang yang bergerak di desa ini, tentunya hal ini merupakan suatu terobosan yang menarik dan diluar dari pemikiran awal saya,” kata Rasyid sapaan akrabnya.

Melihat antusias para anggota Dasa Wisma Desa Batuah, Rasyid bahkan menyebutkan jika dalam waktu dekat pihaknya akan mengucurkan sejumlah anggaran khusus bagi anggota Dasa Wisma tersebut.

“Kinerja mereka patut di paresiasi dalam bentuk reward, setidaknya dengan reward tersebut nantinya menjadi daya lecut bagi para anggota dalam mengembangkan sejumlah sektoril usaha lainnya,” ujarnya.

Bukan hanya dalam komoditi sayur mayur saja, Rasyid menyebutkan bahwa ditangan Dasa Wisma ini, sejumlah komuditi lainnya kini sudah mulai ikut dikembangkan.

“Contohnya tanaman hias kini mulai mereka sentuh, hal ini sesuai dengan program kerja saya sebaga Kepala Desa di wilayah ini, dengan memberdayakan warga dalam meningkatkan ekonomi Desa, apalagi ditengah pendemi Covid-19 seperti sekarang ini,” terang Rasyid.

Melihat antusias warganya itu Rasyid bahkan menjadi yakin jika Desa Batuah bukan tidak mungkin akan kembali berjaya dalam sektor lumbung pertanian kedepannya.

“Dimulai dengan langkah kecil dari sejumlah ibu-ibu ini, menjadikan semua sektor ikut tergerak, dengan melihat kondisi sekarang tidak menutup kemungkinan kedepan Desa Batuah akan ikut mensuplay sejumlah kebutuhan sayur mayur untuk daerah lainnya, namun yang terpenting tentunya dengan kegiatan yang mereka lakukan setidaknya kebutuhan akan sayur mayur bagi para ibu rumah tangga ini kini sudah terpenuhi,” sebut Rasyid. (*)