Skip to content

RSUD AWS Refreshing Standar Mutu Pelayanan dan Patient Safety

Gelar Pitstop Re-edukasi Pegawai Jelang Akreditasi

Dipublikasikan: 22 Nov 2019, 05:47
ADVERTORIAL
RSUD AWS Refreshing Standar Mutu Pelayanan dan Patient Safety
Sebanyak 16 stand “Pit Stop” akreditasi hadir dibeberapa sudut RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) -- www.kaltimnews.co / Foto Humas RS AWS

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Sebanyak 16 stand “Pit Stop” akreditasi hadir dibeberapa sudut RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), dalam gelaran pameran Pokja Akreditasi 19-20 November 2019.  Upaya itu untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Salah satunya, dengan pengajuan akreditasi rumah sakit Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1 yang rencana akan dilaksanakan pada 25-29 November 2019. 

“Pit Stop Akreditasi  merupakan  bentuk refreshing standar-standar mutu pelayanan dan patient safety dengan konsep kegiatan belajar yang menyenangkan, tidak menggurui dengan hasil pemahaman yang maksimal bagi peserta yang mengikuti pitstop," ungkap Plt. Direktur RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda, David Hariadi. Sp. OT.
Ia berpesan agar pit stop Akreditasi ini selain memberikan edukasi juga mempraktekkan dalam memberikan layanan kepada pasien, pengunjung, masyarakat sehari-hari.
Selama dua hari, pit stop dilakukan dengan cara membuat beberapa station atau booth per BAB mulai pukul 08.00 -16.00 Wita. Pada setiap station dilakukan re-edukasi dari materi-materi yang ada dalam standart akreditasi SNARS.

Setiap booth juga diisi koordinator dan fasilitator untuk menyampaikan standar per BAB. Lokasi pitstop dipilih di area yang tidak mengganggu pelayanan rumah sakit, yaitu di selasar rawat inap RSUD A. Wahab Sjahranie Samarinda. "Sasarannya, seluruh pegawai, medis dan non medis, yang mampu mengunjungi lokasi pitstop," jelas dr. David.

Ia berharap dengan pit stop akreditasi ini, dapat meningkatkan kualitas layanan serta standardisasi RSUD AWS. "Kalau bisa semuanya paripurna, baik dari segi manajemen rumah sakit hingga pelayanan kepada pasien," pungkasnya. (*)