KALTIMNEWS.CO, Pemerintah Kabupaten Berau resmi melantik 209 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari formasi tenaga pendidik. Kehadiran mereka diharapkan mampu menutupi sebagian kekosongan guru di sejumlah sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Ali Syahbana, menuturkan pelantikan tersebut menjadi langkah penting dalam mengurangi persoalan klasik kekurangan tenaga pengajar. Namun, ia menegaskan kebutuhan guru tetap menjadi tantangan yang harus ditangani secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kekosongan di beberapa sekolah sudah mulai terisi. Meski begitu, masih ada posisi yang belum terpenuhi dan akan diupayakan pada rekrutmen berikutnya,” ujarnya.
Ali menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik muncul setiap tahun seiring dengan banyaknya guru yang memasuki masa pensiun. Karena itu, baik jalur CPNS maupun PPPK di sektor pendidikan akan terus dibuka.
“Tahun ini pun ada guru yang pensiun, sehingga harus kembali diisi dengan formasi baru,” tambahnya.
Menurutnya, kebutuhan terbesar masih berada di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara untuk sekolah inklusi, beberapa guru khusus juga sudah ditempatkan sesuai kebutuhan.
“Beberapa guru inklusi sudah dilantik dan dikembalikan ke sekolah masing-masing. Jika ada sekolah lain yang membutuhkan, guru inklusi ini bisa diberdayakan di sana,” jelas Ali.
Disdik Berau sendiri memiliki Unit Layanan Disabilitas yang berfungsi mengatur distribusi guru inklusi. Sekolah dapat mengajukan permohonan bila membutuhkan tenaga tersebut. Hanya saja, ketersediaannya masih terbatas lantaran kuota kelulusan setiap tahun tidak sebanding dengan kebutuhan.
“Karena itu, guru inklusi yang ada kita maksimalkan untuk mendukung sekolah penyelenggara pendidikan inklusif,” tutupnya.(*)