KALTIMNEWS.CO, Kukar – Para Santri di Yayasan Al-Ansor Kutai Kartanegara (Kukar) kini mulai kembali memasuki asrama pasca 3 bulan lamanya diliburkan lantaran anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19. namun tentunya sejulah kesiapan harus diikuti para santri ini sebelum kembali memasuki asrama tersebut.
Diantara persiapan yang harus diikuti para santri ini seperti pelaksanaan rapid test yang dilakukan bagi 69 santri, guru, dan takmir masjid Yayasan Al Ansor, di Komplek Perumahan Arwana, Tenggarong, Senin (8/6/2020) siang.
Pelaksanaan Rapid tes ini dipantau langsung Bupati Kukar Edi Damansyah dalam kesempatannya orang nomor satu di Kukar ini mengatakan jika kehadirannya di lokasi tersebut guna memastikan pelaksanaan rapid test berjalan lancar.
"Rapid test ini merupakan bentuk upaya kita memberi perlindungan bagi masyarakat dari penyebaran Covid-19. Saya berharap program 1 desa 1 hafiz quran di bawah naungan yayasan Al-Ansor dengan target 12 bulan dapat berjalan baik. Mudah-mudahan virus corona cepat berlalu, sehingga semuasektor dapat beraktivitas dengan normal kembali,” ujarnya.
Dikatakan Edi, Sumber Daya Manusia (SDM) di Kukar tidak hanya berkompoten dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus diimbangi dengan keimanan dan ketakwaan. Oleh karena itu dirinya mengimbau kepada warga Kukar agar jangan ragu dan takut mengikuti rapid tes tersebut mengingat rapid test ini merupakan mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga COVID-19 menggunakan sampel daerah sesuai standar Word Health Organization (WHO) dalam tes deteksi Virus Corona.
“Saya mengimbau kepada semua masyarakat agar jangan ragu dan takut mengikuti rapid test, bersama-sama kita dukung anjuran pemerintah, satukan langkah dan tekad sehingga penanganan kasus corona di Kukar berjalan baik,” tutupnya. (*)