Skip to content

Ada Kegiatan Tangkal Hoax di Kaltim Expo 2020

Merupakan Gelaran Sosialisasi Agar Masyarakat Tidak Mudah Percaya Berita Bohong

Dipublikasikan: 30 Oct 2020, 19:29
ADVERTORIAL
Ada Kegiatan Tangkal Hoax di Kaltim Expo 2020
Sejumlah pihak ikut dalam aksi lawan Hoax yang digelar Diskominfo Kaltim di acara Kaltim expo 2020 -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Ada hal yang menarik dalam kegiatan Kalimantan Timur (Kaltim) Expo yang dihelat dari tanggal 21 oktober hingga 25 oktober 2020 lalu. Pasalnya kegiatan yang dihelat di Atrium Big Mall Samarinda tersebut, diwarnai dengan kegiatan tangkal hoax dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim yang notabene merupakan salah satu peserta expo.

Aksi Perubahan ini diprakarsai Kepala Seksi Media Publik dan Pameran Dinas Kominfo Kaltim, Awang Fauzan Rahman dalam hal ini membuat tim gerakan anti hoax yang disebut dengan Dokumentasi dan Informasi Anti Hoax atau bisa disingkat dengan DIAH.

“Kami melakukan sosialisasi dan mengedukasi serta menggiring pengunjung pameran atau masyarakat agar tidak mudah percaya berita bohong alias hoax, yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat dalam memilih berita,” ujar Awang Fauzan Rahman.

Berbagaia edukasi yang disebutnya tersebut seperti menggunakan internet dengan cerdas dan bijak untuk hadapi hoax.

“Dalam menangkal hoax harus dimulai dari diri sendiri, seperti, Media yang terdaftar dan memiliki standarisasi sesuai dengan surat edaran dewan pers, dan Media memiliki badan hukum, media terdaftar di dewan pers, Konten tidak berisi hasutan dan fitnah, Konten pemberitaan memiliki sumber yang jelas, serta Konten yang mendidik dan mencerdaskan bangsa,” jelasnya.

Selain itu kata dia selama gelarn pameran para pengunjung atau masyarakat dapat melihat display poster bahkan menonton video terkait sejumlah berita bohong atau hoax.

“Di stand kami para pengunjung dapat melihat display poster dan menonton video tentang berita-berita bohong atau hoax serta slide show video dan foto aksi-aksi Diskominfo dalam gerakan anti hoax mulai 2017 hingga saat ini, melalui tv. Dari hal tersebut kami sekaligus mengkampanyekan aduan konten website dan media sosial whatsapp, twitter, facebook dan Instagram,” sebutnya.

“Kami juga membagi-bagi kan atribut tangkal hoax yaitu leaflet, stiker, Alat pelindung Diri (APD) berupa hand sanitizer, masker, dan kaos, serta kami turut mendeklarasikan tangkal hoax diatas panggung besar atrium bersama kepala dinas kominfo (melalui videotron) dan ketua gerakan anti hoax jurnalis kaltim yang hadir beserta pengunjung bigmall yang sudah mendapatkan atribut tangkal hoax diarea pameran tersebut,” tambahnya. (*)