Skip to content

Antisipasi Wabah Covid-19, Puskesmas Loa Kulu Kukar Gunakan Alat Canggih

Hidayatullah: Semua Yang Datang Ke Puskesmas Kami Screening Tanpa Terkecuali  

Dipublikasikan: 18 Mar 2020, 06:22
Antisipasi Wabah Covid-19, Puskesmas Loa Kulu Kukar Gunakan Alat Canggih
Nampak salah satu warga sedang di screening oleh petugas Puskesmas loa kulu, Kukar, pemeriksaan dengan bentuk ini untuk menetahui suhu tubuh seseorang, selain itu screening ini juga dilkuakan untuk mengantisipasi wabah Virus Covid-19 -- www,kaltimnews.co / Foto : Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Ada hal berbeda yang terlihat dari sejumlah warga yang hendak memeriksakan diri di Puskesmas Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Rabu (18/3/2020) pagi. Pasalnya sejumlah warga yang hendak masuk di fasilitas kesehatan (Faskes) tingkat pertama tersebut harus di screening dengan alat pendeteksi panas tubuh oleh pihak puskesmas.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Kepala Puskesmas Loa Kulu, Hidayatullah, mengatakan pelaksanaan screening oleh pihaknya itu dinilai perlu mengingat merebaknya virus Corona (Covid-19).

“Puskesamas merupakan Faskes tingkat pertama, dengan kehadirannya sebagai garda terdepan dalam pelayanan medis tentunya kami harus lebih menigkatkan kewaspadaan keberadaan virus tersebut,” kata dia.

Alat canggih ini sendiri diakuinya didapatkan melalui program bantuan dari Kementrian Kesehatan RI beberapa waktu lalu.

“Kalau alat pendeteksi suhu tubuh ini sebenarnya lama kami gunakan, tetapi pada saat itu hanya kepada pasien tertentu saja, adapun untuk sekarang semua kami screening, tanpa terkecuali,” sebutnya.

Penyebaran Covid-19 memang kini menjadi perhatian warga Indonesia pada umumnya, sejumlah wilayah bahkan sudah melakukan local Lockdown untuk menngantisipasi peredaran wabah mematikan tersebut.

Screening sendiri kata dia, merupakan deteksi dini dari suatu penyakit atau usaha untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan secara klinis belum jelas dengan menggunakan test, pemeriksaan atau prosedur tertentu yang dapat digunakan secara cepat untuk membedakan orang-orang yang kelihatannya sehat tetapi ternyata sakit.

“Beberapa diantara warga saat kami screening ternyata suhu tubuhnya diatas atau kurang dari suhu normal (36,5⁰-37,2⁰ Celsius), maka otomatis kami pisahkan dengan calon pasien lainya, dengan tujuan pemeriksaan lebih lanjut berupa pemeriksaan apakah dia (pasien) selama ini mengalami batuk, sesak nafas, atau pernah melakukan kunjungan ke daerah yang terjangkit,” terangnya (*)