
KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sejumlah pengunjung wisata tersontak kaget saat melihat sosok Bupati Edi Damansyah yang tiba tiba hadir di lokasi Taman Gubang dusun Kampung Kajang, Desa Loa Ulung Tenggarong Seberang, Jumat (26/6/2020) sore.
Kehadiran orang nomor satu di Kukar ke lokasi ini untuk menjawab rasa penasarannya tentang distinasi wisata yang kini menjadi incaran warga tersebut. Di lokasi ini, Bupati Edi langsung mencoba perahu mirip kano yang dinilai dapat memacu adrenalin tersebut.
Taman Gubang sendiri berasal dari Bahasa Kutai yang artinya taman perahu, jadi jangan heran jika di taman ini terdapat dermaga dan sejumlah perahu yang disipakan oleh pengelola wisata.
Setidaknya ada lima perahu mirip kano, dan dua perahu katamaran (perahu Gandeng) yang yang hadir dan siap sewa di lokasi ini.
Sebelum seperti sekarang ini, taman gubang hanyalah merupakan waduk atau lubang galian tambang milik PT Fajar Bumi Sakti (FBS), yang aktivitas penambangannya sudah berhenti sejaka era 80 an.

Desain by Arief kaseng -- www.kaltimnews.co
“Ini hal yang bagus sekali dan sangat kreatif, mengingat lokasi ini awalnya bukan apa apa namun di tangan warga yang creative bisa menyulap lahan kosong alias lahan tidur yang tidak bernilai, menjadi bernilai,” ujar Bupati Kukar Edi Damansyah.
Menurut Bupati Edi, kedepannya kawasan wisata seperti ini nantinya akan dicatat sebagai aset desa yang dapat dimanfaatkan sejumlah masyarakat dalam membuat hal yang serupa.
“Jika sudah masuk sebagai aset desa nanti pemerintah akan ikut mencarikan kemitraan berupa pihak yang ingin berinvestasi, seperti swasta atau pihak pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) nya,” sebut Edi.
Bupati Edi menyebutkan, cetusan Taman Gubang tersebut harusnya menjadi contoh yang baik kepada semua desa, kecamatan di Kukar yang memiliki lahan yang sama meski dengan konsep yang berbeda.
“Kreatifitas warga membuat ide wisata ini patutut di paresiasi bahkan ditiru, mengingat tempat wisata tidak harusnya dimulai oleh pemerintah,” katanya.
Menurut Edi, selain memanfaatkan lahan tidur kehadiran Taman Gubang juga tentunya dapat memberikan multiplayer efek pada masyarakat sekitarnya.
“Contoh kecilnya saja dengan adanya lokasi ini masyarakat sekitarnya dapat berjualan seperti hasil olahan kebun, minuman ringan dan lainnya. Sebagai Pemerintah hal inilah yang kami harapkan bagaimana semua komponen komponen masyarakat dan pemerintah bersama-sama melihat potensi desa dan dikelola sektor pariwisata bahkan menjadi adalah sektor andalan di Kutai Kartanegara,” terang Edi.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Edi Damansyah mengucapkan paresiasinya kepada pihak Desa maupun pengelola taman gubang.
“Saya mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada Kepala Desa Loa Ulung dan pihak pengelola lokasi ini, lantaran gagasan dan ide yang luar biasa. Ini merupakan bukti kongkrit semangat membangun Kukar yang dimulai dari Desa maupun kelurahan,” tuturnya.
Keberadaan taman Gubang sendiri tidak lepas dari sosok Ahmadi yang saat itu berinisiatif merubah lubang bekas tambang sebagai tempat wisata.
Bak gayung bersambut Keinginan Ahmadi tersebut kemudian mendapat dukungan penuh dari kerabatnya yakni Syafruddin Pernyata yang notabene merupakan pencetus Taman Salma Sofa.
Menurutnya selama ini sebagian masyarakat Kaltim pada memiliki arti negative dengan lubang tambang, hal tersebut dinilai wajar lantaran dalam kehadiran tidak sedikit lubang bekas tambang sering membawa maut kepada sejumlah anak.
“Pemikiran seperti itu yang ingin kami tepis, oleh karenanya saya dan keluarga mencoba membuat inovasi bagaimana lubang tambang yang awalnya dipikirkan negative menjadi hal yang positif,” ujar Ahmadi. (*)