Skip to content

Bupati Kukar Edi Damansyah Kunjungi Kawasan Wisata Ekoriparian Samboja

Edi Damansyah : Wilayah Ini Merupakan Habitat Bekantan dan Kawasan Mangrove Yang Sangat Terjaga Kelestariannya

Dipublikasikan: 19 Jul 2020, 22:19
ADVERTORIAL
 Bupati Kukar Edi Damansyah Kunjungi Kawasan Wisata Ekoriparian Samboja
Bupati Kukar Edi Damansyah saat di lokasi Wista Ekoriparian Sungai Hitam, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

banner-Kominfo-Kukar.

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Usaha pariwisata tidak hanya menyiapkan sekedar atraksi wisata, akan tetapi perlunya menghargai lingkungan secara berkesinambungan. Sejatinya dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan maka akan memberikan dampak disekitar lingkungan wisata tersebut.

Demikian yang disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), Edi Damansyah saat mengujungi Wisata Ekoriparian di wilayah Sungai Hitam, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Samboja, Sabtu (18/7/2020) kemarin.

Menurut Edi Damansyah, pengembangan Sektor patriwisata ini dilandasi kenyataan bahwa pariwisata telah menjadi sektor andalan yang memberikan sumbangan besar di bidang ekonomi pada berbagai daerah dan negara dibelahan dunia.

“Kukar kaya akan potensi pariwisata, baik yang berkenaan dengan Sumber Daya Alam (SDA), maupun yang menyangkut kebudayaan masyarakatnya, seperti misalnya kawasan bekantan ini, yang kita ketahui bersama, walaupun masuk dalam kawasan Hak Pengelolaan (HPL) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) namun hutan mangrove dan habitat bekantannya masih terjaga dan terawat baik,” kata Edi.

Bupati Edi salut dengan kawasan yang dihuni dengan populasi bekantan yang cukup banyak jumlahnya, orang nomor satu di Kukar ini, bahkan menyebutkan jika kelestarian bekantan tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat setempat yang telah memberikan ruang zonasi bagi para hewan yang dilindungi tersebut.

“Kesadaran masyarakat setempat harus di aparesiasi, kesadaran lingkungan serta partisipasi mereka dalam memelihara keseimbangan lingkungan untuk konservasi sumber daya alam terbilang luar biasa dalam memelihara ekosistem yang ada,” sebut Edi.

Untuk diketahui bersama Ekoriparian adalah kawasan wisata dipinggir sungai dengan konsep edukasi lingkungan. Selain menjadi tujuan konservasi wisata ekoriparian dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar wisata secara langsung, baik sevara pemberdayaan maupun menghormati kebudayaan lokal.

“Dalam pengembangannya aktifitas wisata ini, lebih terfokus pada kepedulian terhadap upaya konservasi alam dan budaya, melibatkan masyarakat lokal mulai dari tahap perencanaan dan pengambilan keputusan sampai pada tahap evaluasi dan monitoring, memberikan manfaat ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat, serta dapat diorganisir dalam kelompok yang kecil,” sebut Edi.

Menurut Edi selain mengadopsi prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, Konsep wisata ini juga memiliki karakteristik yang berbeda dibanding dengan obyek pariwisata pada umumnya.

“Kedepannya Konsep wisata ini akan lebih dikembangkan lagi dengan konsep ekowisata berbasis masyarakat atau Community Based Ecotourism (CBE). Yang yang bertujuan kepada edukasi masyarakat untuk menghindari dampak negatif yang dapat merusak Integritas atau ciri khas kawasan alami yang dikunjungi, selian itu kehadiran wisata ini nantinya juga ikut mendidik pengunjung (wisatawan) untuk memahami pentingnya konservasi kawasan, serta memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya,” kata Edi.   

“Hakekatnya, Wisata ini menjadi bentuk wisata yang bertanggungjawab terhadap kelestarian alam (naturalarea), memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat setempat. Serta menjamin kelestarian lingkungan,” tutup Edi. (*)