Skip to content

Bupati Kukar Edi Damansyah Tinjau Alat TCM Di RSUD AM Parekesit Kukar

Dalam Satu Jam Bisa Mengetahui Hasil Tes Dua Orang

Dipublikasikan: 09 Jun 2020, 22:26
Bupati Kukar Edi Damansyah Tinjau Alat TCM Di RSUD AM Parekesit Kukar
Bupati Kukar Edi Damansyah mengelar jumpa pers sesaat dirinya meninjau alat TCM di RSUD AM Parikesit -- www.kaltimnews.co /Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Alat Tes Cepat Molekuler (TCM) kini telah hadir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Kutai Kartanegara (Kukar) kehadiran alat ini sudah hadir sejak sepekan yang lalu. Demikian yang disamapikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar Martina Yulianti didepan awak media Selasa (9/6/2020) siang.

"Alat ini dalam satu jam bisa mengetahui hasil tes dua orang. Bisa beroperasi sampai 18 jam," kata Yulianti.

Terkait pengadaan alat Yulianti menyebutkan jika Anggaran pengadaan TCM tersebut berasal dari kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD AM Parikesit. Sementara untuk penyediaan alat jenis Polymerase Chain Reaction (PCR) kata dia harus menunggu waktu yang agaj lebih lama lantaran pembelian alat PCR menggunakan anggaran dana tak terduga APBD Pemkab Kukar.

"Alat yang sama dengan Labkesda provinsi, itu sekitar dua minggu lagi. Seraya menunggu PCR dating jadi sementara kami menggunakan alat TCM ini dulu, mengingat TCM bisa menjadi solusi sementara untuk kebutuhan pemeriksaan yang lebih cepat," jelas Yulianti.

Adapaun faktor terlambatnya alat PCR tersebut kata dia lantaran alat canggih tersebut haruslah didatangkan dari luar negeri kendati demikian keberadaan TCM ini tidak bisa dipandang remeh mengingat kata dia TCM dapat memberikan kepastian pasien suspect atau tidaknya.

“Semisal terjadi pasien suspect meninggal, Bupati Edi menginginkan segera ada kepastian hasil, agar yang meninggal namun status covid-19 negatif tak perlu dimakamkan dengan metode protokol penanganan covid-19," imbuh Yulianti.

Keberadaan alat TCM dibumi Kota Raja ini pun tak luput dari pantauan langsung Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah. Dalam kesempatannya tersebut orang nomor satu di Kukar ini bahkan langsung mengecek alat tes Covid-19 tersebut.

Dalam kesempatan terpisah Bupati Edi menjelaskan jika dukungan dan partisipasi masyarakat sangatlah penting agar penanggulangan covid-19. Mengingat rapid test, kata Edi Damansyah, merupakan upaya dari pemerintah guna memberikan kepastian dan perlindungan kepada masyarakat dari penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Kukar.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah melakukan Program rapid test massal sejak beberapa bulan lalu. dimulai dari seluruh tim medis di rumah sakit dan puskesmas di Kukar. Kita ingin pengendalian corona bisa berjalan dengan baik. Kita terus komunikasi, sosialisasi, dan saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat, yang telah menfukung langkah pemeriintah dalam memerangi Covid-19 mari kita sama-sama satukan langkah dan tekad menangani Corona ini," kata Edi Damansyah

Terkait adanya sejumlah penolakan dimasyarakat tentang pelaksanaan rapid tes disebut Edi agar tidak digeneralisasi Sebab lanjut dia, Pemkab Kukarselama ini tidak memiliki maksud lain dari pelaksanaan rapid test.

"Rapid test ini tak ada masuk lain, hanya ingin berikan perlindungan ke masyarakat, dan andaikata ada yang reaktif, nantinya hasil tersebut akan dianalisis oleh masyarakat. Mulai dari kemungkinan menjalani karantina di Wisma Atlet Tenggarong Seberang atau karantina mandiri. Harusnya, justru berterima kasih kepada petugas rapid test. Saya kira (yang menolak) itu oknum per oknum saja," tutur Edi Damansyah. (*)