Skip to content

Bupati Sri Juniarsih Tekankan Layanan Kesehatan Berbasis Empati

Dipublikasikan: 07 Oct 2025, 17:00
ADVERTORIAL
Bupati Sri Juniarsih Tekankan Layanan Kesehatan Berbasis Empati

KALTIMNEWS.CO, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyerukan agar seluruh tenaga medis di Kabupaten Berau menanamkan nilai empati dan kemanusiaan dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien anak.

Menurutnya, pelayanan yang dilakukan dengan hati dapat menjadi kunci utama dalam mempercepat proses penyembuhan pasien.

“Dalam dunia kesehatan, empati sama pentingnya dengan tindakan medis. Anak-anak adalah pasien yang sensitif, sehingga perlu pendekatan yang hangat dan bersahabat,” ujar Sri Juniarsih dalam arahannya kepada tenaga medis RSUD dr. Abdul Rivai, belum lama ini.

Ia menekankan, seorang dokter tidak hanya diukur dari keahliannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan pasien dengan kasih dan ketulusan.

Hal-hal kecil seperti cara menyapa atau menenangkan anak saat disuntik, kata Sri, dapat memberikan pengaruh besar terhadap rasa aman dan kenyamanan pasien.

“Kalau saat disuntik saja anak sudah takut, berarti pendekatannya belum tepat. Dokter anak harus bisa membuat pasien kecil merasa tenang, bahkan bisa tersenyum,” ucapnya.

Sri Juniarsih juga mengajak tenaga medis di Berau untuk melihat pasien anak seperti anak sendiri. Pendekatan ini diyakininya mampu membangun kedekatan emosional yang mendukung proses pemulihan lebih cepat.

“Anak-anak ini adalah generasi masa depan daerah. Cara kita memperlakukan mereka hari ini akan membentuk karakter dan rasa percaya diri mereka di masa mendatang,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sri juga berbagi pengalaman pribadinya saat menjalani perawatan di rumah sakit luar daerah. Ia menilai, keramahan dan sikap humanis tenaga medis di beberapa daerah lain patut menjadi contoh bagi pelayanan di Berau.

“Saya pernah berobat ke luar daerah, dan pelayanan di sana sangat ramah. Begitu masuk ruangan, pasien langsung merasa tenang. Saya ingin suasana seperti itu juga hadir di rumah sakit kita,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menilai pelayanan yang berorientasi pada kemanusiaan bukan hanya bentuk profesionalisme, tetapi juga cerminan moral dan tanggung jawab dokter terhadap sumpah jabatannya.

“Setiap dokter sudah berikrar untuk melayani dengan etika dan tanggung jawab. Nilai itu jangan hanya diucapkan, tapi diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari,” tegas Sri.

Pemerintah Kabupaten Berau, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui program pelatihan, pembinaan, dan peningkatan kompetensi tenaga medis.

Sri berharap, langkah ini dapat memperkuat citra rumah sakit daerah sebagai tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Kalau dokter dan perawat bekerja dengan hati, kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Rumah sakit bukan lagi tempat yang menakutkan, tapi menjadi ruang penyembuhan yang menenangkan,” tutupnya dengan penuh harap. (*)