KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Badan Anggaran (Banggar) serta mitra kerja dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) masih terus menyisir sektor yang belum maksimal guna meningkatkan APBD Kaltim tahun 2021.
Hal tersebut dikatakan oleh anggota Banggar, Sutomo Jabir usai melakukan rapat Banggar dengan Ketua TAPD, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di gedung E lantai 1, Selasa, (13/10/2020) kamarin.
"Masih membahas KUA PPAS dan Masih menggali komponen pendapatan yang bisa dimaksimalkan supaya untuk mengangkat APBD 2020, karena DBH kita berkurang drastis sekitar Rp864,8 Miliyar," ungkap Sutomo Jabir.
Menurutnya hingga kini komponen yang masih dimaksimal untuk menyumbang untuk peningkatan APBD yakni salah satunya sektor BUMD.
"Komponen pendapatan yang kita gali seperti kemungkinan tambahan pendapatan dari BUMD yang masih kurang bayar, potensi Silpa, pajak, retribusi dan sektor yang lainya," tutur sekertaris Fraksi PKB tersebut.
Lebih lanjut, dirinya menuturkan yang juga anggota Komisi II tersebut menguraikan bahwa yang membuat rapat berjalan alot yakni adanya keinginan pemerintah untuk memasukan program Multi Years Contrak (MYC).
"Kalau komponen belanja yang agak alot pembahasannya yaitu adanya usulan proyek MYC dari pemerintah dan sebagian besar anggota Banggar tidak setuju," pungkas Sutomo Jabir. (*)