
KALTIMNEWS.CO, Kukar – Sambutan meriah diperlihatkan masyarakat Sungai Bawang dengan menggunakan kostum adat dayak kenyah, menyambut kedatangan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, Edi Damansyah yang saat itu didampingi sang istri yang juga merupakan Ketua PKK Kukar, Maslianawati di Lamin Adat Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, Rabu (8/7/2020) kemarin.
Kehadiran orang nomor satu di Kukar tersebut bersama rombongan dalam rangka silaturahmi sekaligus syukuran pesta panen (Mecaq Undat) dan pencanangan desa kunjungan wisata Sungai Bawang.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya yang selama ini tumbuh dan berkembang di Desa Sungai Bawang ini, seraya menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan di Kutai Kartanegara, secara paralel memicu perputaran ekonomi masyarakat dengan adanya souvenir khas Sungai Bawang serta pedagang kuliner yang berjualan selama event berlangsung," ujar Edi Damansyah kepada media ini Senin (13/7/2020) siang.
Dalam kesempatannya Bupati Kukar, Edi Damansyah, juga meminta agar setiap kegiatan tetap memperhatikan prosedur yang harus ditaati pada pelaksaan event ini sebagaimana yang tercantum pada Surat Edaran Bupati beberapa waktu lalu serta protokol yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI tentang Panduan Pencegahan Penularan Covid-19 di tempat dan fasilitas umum serta kegiatan festival.
"Ya, saya memaklumi kenapa even ini harus tetap dilaksanakan, karena ini merupakan upacara adat panen Padi yang sudah siap untuk dipanen tidak mungkin untuk ditunda pelaksanaannya," tuturnya.
"Saya tetap mengingatkan agar tetap waspada, jangan khawatir pelaksanaan kegiatan ini sedikit pengunjung karena memang situasi dan kondisi yang membuat begitu. Yang terpenting adalah agenda dan ritual adat panen padi (mecaq undat) yang dirangkai dengan pencanangan desa kunjungan wisata Sungai Bawang berjalan sesuai dengan rencana," sambungnya.
Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, bersama-sama memajukan Desa Sungai Bawang dari semua aspek sehingga terus maju sebagai Desa Kunjungan Wisata. "Kalau mau desa ini dikunjungi wisatawan, harus menjaga keamanan dan ketertiban, seni budaya dan pertunjukannya dapat dipelihara dengan baik. Saya yakin kita mampu mewujudkan Kutai Kartanegara menjadi daerah yang berbudaya, serta menjadi daerah yang maju, mandiri, sejahtera dan berkeadilan," jelasnya. (*)