KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Dalam upaya memerangi informasi palsu atau hoaks Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kalimantan Timur (GAHJKT) melakukan sosialisasi edukasi dan literasi di 30 sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kaltim. Kegiatan tersebut digelar secara serentak selama 4-15 November 2019 di tiga kabupaten/kota, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara dan Balikpapan.
“Sebanyak 70 jurnalis dterjunkan dalam sosialisasi ini yang tersebar di Kota Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara,” ungkap Ketua GAHJKT, Charles Siahaan.
Sosialisasi anti hoaks sendiri merupakan program Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim yang mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi.
"Saya mendukung kegiatan itu, dalam rangka menangkal hoaks. Minimal anak-anak itu diberikan pemahaman. Jangan setiap berita langsung ditelan begitu saja. Harus disaring terlebih dahulu," kata Anwar Sanusi.
Menurut Anwar, media memiliki peran yang paling penting sebagai garda terdepan penangkal disinformasi tersebut.
"Bagaimana cara menyaringnya, inilah peran media untuk menyampaikan. Jika menemukan berita hoax, anak konfirmasi kepada guru dan bidang kesiswaannya," tutup Anwar. (*)