“Untuk memajukan UMKM tentunya harus ada daya pancingnya, nah dengan hadirnya tempat ini secara tidak langsung roda perekonomian diharapakan dapat tumbuh dan kembali pulih pasca pendemi melanda,”
Anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara,Sopan Sopian
KALTIMNEWS.CO, Kukar – Rangkaian lampion aneka warna yang bergantungan diatas jembatan warna warni seolah menyambut kedatangan kami saat tiba di Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat (12/6/2020) malam.
Jembatan pelangi begitulah warga sekitar menyebut jembatan yang terbuat dari kayu ulin ini. Belum beberapa lama jembatan yang digadang-gadang akan menjadi ikon di Kecamatan Muara Muntai khususnya Desa Muara Muntai Ulu ini menjadi cantik seperti sekarang.

Jembatan Pelangi sebelum di cat -- www,aktimnews.co / Foto: Istimewa
Sebelumnya jembatan ini hanyalah merupakan jembatan kayu ulin bisa namun sejak pertengahan ramadahan puluhan warga yang terdiri dari anak muda ceratif di daerah ini menyulap jembatan kayu tersebut menjadi jembatan yang sangat instagramable.
Tidak sedikit warga maupun pengunjung yang turun dari dermaga langsung melakukan swafoto di area berjarak sekira 100 meter dari pelabuhan tersebut.
Sejumlah wilayah di indonesi khsusnya di Kukar kini memang berbenah diri, pasca pemberlakukan new normal oleh pemerintah. Salah satu diantaranya yakni Kecamatan Muara Muntai yang melakukan berbagai inovasi dalam menarik wisatawan dan menumbuhkan kehidupan ekomomi setempat.
Perubahan tempat ini tidak terlepas dari konseptornya yakni Sopan Sopian yang tak lain merupakan anggota Komisi II DPRD Kutai Kartanegara, menurutnya ide pewarnaan jembatan itu dilakukan saat menjelang lebaran Idul Fitri kemarin dalam pelaksanannya dirnya mengandung puluhan pemuda setempat yang diketuai oleh Yansah.
“Pertengahan ramadhan saya menggagas agar ada lokasi yang menjadi tempat swafoto bagi para warga, mengingat sebagian besar penduduk Muara Muntai merupakan perantau, maka dari itu kami berpikir mereka yang balik kampung nantinya tidak jenuh dengan suasana kampung halaman,” kata Politisi dari Partai Gerindra ini yang ditemui kaltimnews.co di lokasi jembatan pelangi.

Jembatan Pelangi setelah di cat -- www,kaltimnews.co / Foto: Istimewa
Kehadiran tempat ini kata dia, diharapakan secara langsung dapat kembali menghidupkan geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sempat lesu lantaran pendemi Covid-19 yang melanda wilayah Indonesia khususnya Kecamatan Muara Muntai.
“Selain jembatan pelangi, jembatan bongkok juga kami sulap menjadi spot foto yang instagramable,” sebutnya.
BACA JUGA
Perjuangan Lala Setiawan Membangun Usaha Bunda Baking Class
Sedikitnya kata dia, pelaku UMKM kini sudah merasakan dampak kehadiran dua jembatan itu, sebut saja angkringan yang barada tepat di sebelah jembatan pelangi, lokasi ini kini mulai ramai pengujung lantaran banyaknya orang yang datang menikmati suasana dan pemandangan di tempat tersebut.
“Untuk memajukan UMKM tentunya harus ada daya pancingnya, nah dengan hadirnya tempat ini secara tidak langsung roda perekonomian diharapakan dapat tumbuh dan kembali pulih pasca pendemi melanda,” sebutnya.
Khusus di malam tertentu, seperti malam Minggu, di jembatan ini dilaksanakan pentas seni musik tradisional dari komunitas musik tradisonal Muara Muntai. “Jadi pengujung bukan hanya datang berfoto saja, akan tetapi dari atas jembatan itu warga atau pengujung dapat menikmati sajian hiburan dari anak muda Muara Muntai. Selain sebagai wahana hiburan bagi masyarakat, juga diharapakan tempat ini menjadi penyaluran bakat seni anak muda setempat,” imbuhnya.
Dikatakan Sopan Sopian, kedepan sejumlah tempat akan kembali disulap menjadi tepat yang tak kalah cantik dengan lokasi sebelumnya. “Ada 6 titik lainnya yang rencananya akan kami beri sentuhan warna, seperti diantaranya Pendopo, dan Menara. Tentunya akan dikerjakan secara bertahap mengingat ini merupakan pekerjaan swadaya oleh masyarakat setempat,” bebernya.
Untuk diketahui Kecamatan Muara Muntai memiliki luas wilayah mencapai 928,6 km2 yang terbagi dalam 13 desa, yakni Batuq, Jantur, Jantur Baru, Jantur Selatan, Kayu Batu, Muara Aloh, Muara Leka, Muara Muntai Ilir, Muara Muntai Ulu, Perian, Pulau Harapan, Rebaq Rinding, dan Tanjung Batuq Harapan.
Penduduk Kecamatan Muara Muntai pada tahun 2017 tercatat sebanyak 20.204 jiwa yang terdiri atas 10.989 jiwa laki – laki dan 9.645 jiwa perempuan. Penduduk yang terbanyak terdapat di Desa Perian yaitu sebanyak 3222 jiwa. Sedangkan penduduk yang paling sedikit adalah Desa Tanjung Batuq Harapan dengan penduduk sebanyak 404 jiwa. Secara keseluruhan, rata-rata kepadatan penduduk di kecamatan Muara Muntai sekitar 22 jiwa per kilometer persegi. Desa yang paling padat penduduknya adalah Muara Muntai Ulu yaitu 139 jiwa per kilometer persegi.
Sedangkan desa yang penduduknya paling jarang adalah desa Kayu Batu dan desa Tanjung Batuq Harapan yaitu masing-masing 3 dan 8 jiwa per kilometer persegi. Di Kecamatan Muara Muntai , sampai dengan tahun 2017 terdapat 4 penginapan. Rinciannya adalah 3 penginapan berada di desa Muara Muntai Ulu dan 1 penginapan di desa Muara Muntai Ilir. Total seluruh kamar dan tempat tidur di Kecamatan Muara Muntai ini berjumlah 72.
Kecamatan Muara Muntai sendiri dapat di jangkau dengan menggunakan transportasi air jarak tempuh sekira 2 jam 30 menit dari Ibukota Kukar atau Tenggarong, lokasi ini merupakan tempat transit para wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah Tanjung Desa Tanjung isuy dan desa penyinggahan Kabupaten Kutai Barat (Kubar). (*)