Skip to content

IKAMI Sulsel Samarinda Lantik Pengurus Baru, Andi Harun Titip Tiga Pesan

Dipublikasikan: 08 Nov 2026, 10:42
IKAMI Sulsel Samarinda Lantik Pengurus Baru, Andi Harun Titip Tiga Pesan

KALTIMNEWS.CO – Pelantikan pengurus baru Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI Sulsel) Cabang Samarinda menjadi momentum regenerasi organisasi sekaligus refleksi perjalanan panjang IKAMI Sulsel yang memasuki usia ke-65 tahun.

Kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 IKAMI Sulsel tersebut berlangsung di Arutala Ballroom Lantai 4 Gedung B Bapperida, Jalan Dahlia, Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, turut menghadiri agenda tersebut. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap aktivitas organisasi mahasiswa dan pelajar, khususnya dalam membangun kapasitas generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Andriyan Dwi Saputra resmi memimpin IKAMI Sulsel Cabang Samarinda untuk periode 2026–2027 bersama jajaran pengurus yang baru dilantik.

Andi Harun menyampaikan ucapan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus. Ia berharap kepengurusan baru tidak sekadar melanjutkan roda organisasi, tetapi mampu menghadirkan gagasan, kegiatan, dan kontribusi yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi yang membawa tanggung jawab besar. Keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari terlaksananya musyawarah, pelantikan, maupun pergantian kepemimpinan, tetapi dari manfaat yang dihasilkan.

Ia menitipkan tiga hal penting kepada kader IKAMI Sulsel, yakni tanggung jawab intelektual, pengabdian kepada masyarakat, dan kepemimpinan.

Pada aspek intelektual, Andi Harun mendorong IKAMI menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis dan gagasan konstruktif. Mahasiswa dan pelajar, menurutnya, harus mampu membaca persoalan sosial, kebangsaan, dan pembangunan, sekaligus menawarkan solusi.

Organisasi mahasiswa tidak semestinya hanya menjadi pengikut perkembangan isu, melainkan ikut membangun wacana dan memberikan kontribusi pemikiran bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar keberadaan IKAMI tidak hanya terasa di lingkungan internal organisasi. Kader harus mampu menerjemahkan semangat kekeluargaan menjadi kegiatan sosial dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Leader should be seen. Harus dilihat, ada dan bermanfaat,” pesannya.

Terkait kepemimpinan, Andi Harun menyebut organisasi sebagai ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, kemampuan mengambil keputusan, serta tanggung jawab dalam mengelola perbedaan.

Ia juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi, termasuk melalui demonstrasi, perlu dibangun di atas pemikiran yang matang dan tujuan perubahan yang jelas. Keberanian menyampaikan pendapat harus berjalan beriringan dengan kualitas gagasan dan kemampuan memahami persoalan.

Di sisi lain, Andi Harun mendorong pengurus IKAMI memperkuat solidaritas, memperbaiki tata kelola organisasi, dan memperluas jejaring dengan kelompok mahasiswa lainnya. Ruang komunikasi lintas organisasi dinilai penting untuk memperkaya pengalaman serta membangun kolaborasi.

Kepada mahasiswa dan pelajar asal Sulawesi Selatan yang menempuh pendidikan di Kalimantan Timur, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat.

Prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah diharapkan menjadi bagian dari solusi dan ikut mendorong kemajuan daerah tempat mereka menuntut ilmu.

Menutup sambutannya, Andi Harun mengajak kader IKAMI agar menempatkan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi. Ia mengutip prinsip Khairunnas anfa'uhum linnas, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama.

Peringatan HUT ke-65 IKAMI Sulsel pun menjadi momentum bagi organisasi tersebut untuk memperkuat kembali nilai persaudaraan, intelektualitas, dan pengabdian.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2027, IKAMI Sulsel Cabang Samarinda diharapkan terus berkembang sebagai wadah pembinaan mahasiswa dan pelajar asal Sulawesi Selatan, sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi Samarinda dan Kalimantan Timur. (*/rif/kaltimnews.co)