KALTIMNEWS.CO, Kukar – Setelah sebelumnya mencatat 13 pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), kini Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) Edi Damansyah, kembali mengumumkan salah satu warga nya yang terpapar Virus mematikan tersebut.
Didampingi Sekkab Kukar, Sunggono dan Kepala Dinkes Kukar dr Martina Yulianti, Edi dalam keterangan persnya Selasa (05/05/2020) malam, mengatakan jika pasien yang dinyatakan positif terpapar virus dari wuhan China tersebut merupakan warga Kecamatan Muara Badak berjenis kelamin laki-laki dan berusia 25 tahun.
"Pasien ini memiliki riwayat perjalanan dari Gowa, tiba di Kaltim pada 26 Maret lalu,dan sebelumnya telah menjalani Rapid Test sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 20 April dan 25 April, dengan hasil re-aktif," ujar Edi.
“Pasien ini kini telah diisolasi di Asrama Atlet Tenggarong Seberang sejak tanggal 23 April lalu. Kondisi pasien stabil, dan termasuk sebagai OTG (Orang Tanpa Gejala)," tambahnya.
Edi mengingatkan agar warga yang tiba dari daerah terjangkit untuk selalu jujur dengan riwayat perjalanan yang dilakukan. Hal ini sangat diperlukan kata dia, mengingat dengan kesadaran masyarakat secara langsung dapat ikut mengantisipasi berbagai kemungkinan penyebaran Virus Covid-19 baik bagi petugas kesehatan, keluarga maupun masyarakat.
Ia terus menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dengan sungguh-sungguh dan penuh kesadaran melakukan upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19 dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
"Jika tidak perlu jangan keluar rumah, dan apabila terpaksa keluar rumah harap gunakan Alat Pelindung Diri seperti masker, tetap menerapkan physical distancing. Hindari berada dalam kerumunan, tidak bepergian keluar daerah dan tidak mudik. Laporkan segera bagi pelaku perjalanan yang tiba dari daerah terjangkit untuk lakukan karantina sesuai ketentuan," pinta Edi.
Lebih jauh dirinya memastikan jika hingga kini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kutai Kartanegara tetap terus bekerja sesuai dengan standar prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan seperti diantaranya dengan melakukan skrining terhadap petugas kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan baik rumah sakit maupun Puskesmas, yang diketahui sangat memiliki risiko tertular dan juga menularkan.
"Skrining ini akan dilanjutkan pada populasi beresiko yang lain untuk melihat seberapa besar penyebaran kasus Covid-19 di Kukar. Upaya proaktif ini dilakukan untuk mengoptimalkan pencegahan dan penanganan COVID-19 di Kutai Kartanegara," tutup Edi. (*)