
KALTIMNEWS.CO, Kukar – Inovasi Ibu Meri seorang pengerajin masker yang ada di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, (Kaltim) menarik perhatian Ketua Dekranasda Kukar, Maslianawati Edi Damansayah, pasalanya ditangan Meri masker olhan rumahan yang terbuat dari kain itu menjadi istimewa lantaran motif dan variasinya berupa sulam tumpat yang terbilang unik dan mewah.
“Saya mengapresiasi wujud kreativitas sorang Meri yang membuat masker dan dipadukan dengan sulam tumpar, ini hal yang unik dan bernilai seni tinggi,” ujar Maslianawati yang ditemui disela sela acara pembukaan festival Pangan Lokal, Kamis (13/8/2020).
Ketua Tim Penggerak PKK Kukar ini, mengatakan selama pendemi Covid-19 melanda kehadiran masker memang kian menjadi kebutuhan utama bagi warga yang mekaukan aktifitas diluar rumah.
“Meri ini bisa melihat peluan tersebut, dengan tanbgan terampil dia membuat masker dengan paduan sulam tumpar yang emmiliki ciri khas dan kearifan local yang luar biasa, ini harusnya menjadi contoh kepada kepada para pengerajin lainnya agar dapat mengoah kreativitas hingga menciptakan produk yang berkelas dan memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.
“Saya melihat selain kombinasi sulam tumpar, masker yang diproduksi Meri ini, ada yang dikombinasikan dengan bahan manik-manik, dengan bentuk yang beraneka ragam, ini ide yang cemerlang dalam menagkap pemualng pasar yang ada khususnya sector Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM),” sebutnya.
Dengan inovasi seperti itu kata dia, harga masker yang awalnya hanya dibandrol dengan harga biasa, bisa memiliki harga yang lebih tinggi dari harga masker pada umumnya.
“Sebagai konsumen kita juga pasti harus tahu lah tingkat kesulutan dalam membuat maker unik seperti ini, mengingat proses pembuatannya itu tidak mudah makanya harganya pun berbeda dengan masker pada umunya,” terangnya. (*)