Skip to content

Mengenal AI: Dari Gagasan Mesin Cerdas Hingga Revolusi Digital Dunia (Satu)

Dipublikasikan: 05 Oct 2025, 12:00
Mengenal AI: Dari Gagasan Mesin Cerdas Hingga Revolusi Digital Dunia (Satu)
ilustrasi

KALTIMNEWS.CO, Istilah AI merupakan singkatan dari Artificial Intelligence atau dalam bahasa Indonesia disebut Kecerdasan Buatan. AI adalah teknologi yang dirancang agar mesin dapat berpikir dan bertindak layaknya manusia—mulai dari memahami bahasa, mengenali gambar, mengambil keputusan, hingga belajar dari pengalaman.

Konsep tentang mesin yang bisa berpikir sendiri sebenarnya bukan hal baru. Gagasan ini sudah muncul sejak era 1940-an, ketika para ilmuwan mulai membayangkan komputer yang mampu meniru kecerdasan manusia.

Tokoh pertama yang dikenal sebagai pelopor gagasan ini adalah Alan Turing, seorang matematikawan asal Inggris. Melalui tulisannya berjudul “Computing Machinery and Intelligence” pada tahun 1950, Turing mengajukan pertanyaan legendaris: “Can machines think?” (Dapatkah mesin berpikir?). Dari sinilah konsep dasar AI mulai terbentuk.

Selanjutnya, istilah “Artificial Intelligence” pertama kali resmi digunakan pada tahun 1956 oleh John McCarthy, seorang ilmuwan komputer dari Universitas Stanford. Ia menggelar Dartmouth Conference, yang menjadi tonggak kelahiran resmi bidang AI. Dari sinilah penelitian dan pengembangan AI mulai dilakukan secara serius oleh banyak universitas dan lembaga teknologi dunia.

Perkembangan AI sempat naik-turun. Pada dekade 1970–1990, AI sempat dianggap terlalu ambisius karena keterbatasan teknologi. Namun sejak era internet dan komputasi awan (cloud computing) berkembang pada 2000-an, kemampuan AI kembali meningkat pesat.

Kini, dengan kemunculan machine learning, deep learning, dan big data, AI menjadi teknologi yang digunakan hampir di semua bidang—dari transportasi, kesehatan, keuangan, pendidikan, hingga media digital.

Tokoh modern seperti Elon Musk, Larry Page, dan Sundar Pichai turut mempopulerkan penerapan AI di berbagai produk. Kehadiran ChatGPT dari OpenAI pada tahun 2022 menjadi momen besar yang menunjukkan bagaimana AI bisa berinteraksi langsung dengan manusia secara alami dan cerdas.

Kini, AI bukan hanya sekadar konsep ilmiah, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari asisten digital di ponsel, sistem navigasi mobil, hingga rekomendasi tontonan di platform hiburan. (*)