KALTIMNEWS.CO — Sistem pelayanan BPJS berbasis online mulai dikeluhkan warga Samarinda Seberang. Sejumlah masyarakat, terutama lanjut usia, mengaku kesulitan mengakses layanan digital sehingga membutuhkan pendampingan dan pelayanan yang lebih mudah dijangkau.
Keluhan itu mencuat dalam agenda reses DPRD Samarinda yang digelar Andi Saharuddin di kawasan Padaelo RT 05, Kecamatan Samarinda Seberang.
Warga menilai digitalisasi layanan BPJS belum sepenuhnya ramah bagi masyarakat bawah, khususnya lansia yang tidak terbiasa menggunakan teknologi.
Beberapa warga mengaku kesulitan saat harus mengakses aplikasi maupun layanan administrasi secara online.
Menurut warga, kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan layanan kesehatan secara cepat.
Menanggapi aspirasi itu, Andi Saharuddin mengatakan persoalan pelayanan kesehatan harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Ia menilai transformasi digital memang penting, namun akses masyarakat terhadap pelayanan dasar juga harus tetap diperhatikan.
“Pelayanan kesehatan harus bisa dijangkau semua masyarakat, termasuk warga lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan sistem digital,” ujarnya.
Andi memastikan keluhan warga terkait BPJS online akan disampaikan kepada pihak terkait agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses masyarakat. (*/adv/rif/kaltimnews.co)