KALTIMNEWS.CO, Sang fajar baru saja beranjak dari peraduannya suara para buruh di dermaga Tering Seberang, salah satu Dermaga yang berada di Kecamatan Tering, Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim), mulai ramai memperlihatkan hiruk pikuk aktivitas warga.
“Kendaraan kita hanya bisa sampai disini (Dermaga), kita lanjutkan dengan menggunakan moda transportasi air,” ujar H Abdul Rahman Agùs yang bersama kami, menuju ke sejumlah kecamatan di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu) Rabu (1/12/2021) pagi.
Nama H Abdul Rahman Agus sendiri, memang cukup populer di wilayah Mahakam Ulu (Mahulu), Pria kelahiran 20 Agustus 1978 silam ini, terkenal sebagai salah satu pebisnis handal dan sukses di dunia suplier Bahan Bakar Minyak (BBM) di kabupaten termuda di Kaltim ini.
Pria yang akrab disapa dengan H Agus ini memulai debut bisnis perdananya dari pemenuhan sembilan bahan pokok (Sembako) ke wilayah ujung benua Etam tersebut.
“Awal kenal bisnis dari orang tua, yang kala itu memiliki dua kapal motor penumpang (kapal Taxi) KM Ratah Indah dengan rute Samarinda - Long Bagun (yang kala itu masih berstatus wilayah Kubar), saya ingat umur saya kala itu baru sekira 15 tahun, saya ikut Ayahanda Alm Warhanuddin yang akrab di sapa Haji Oon, dari Samarinda ke Long Bangun untuk menjajakan sembako milik saya, ” ujarnya seraya memulai cerita.
“Bisnis sembako itu awalnya saya jalankan untuk mengisi waktu luang saat libur sekolah, jika libur saya bawa sembako ke wilayah tersebut, dan jika libur sekolah usai, maka usai juga bisnis itu,” sambungnya.
Menjadi Pengusaha BBM Terkenal di Mahulu
Keuletan menjalankan bisnis kemudian digeluti secara menyeluruh oleh H Agus, puncaknya saat dirinya duduk dibangku kuliah.
“Ditahun 2000 ibunda saya Hj Noor Jannah meninggal dunia, yang membuat saya berpikir praktis untuk ikut ambil andil dalam meneruskan usaha ayahanda saya selama ini,” imbuhnya.
Perjalanan bisnis sembako yang digeluti H Agus ternyata bukan berakhir sampai disitu saja, waktu membawa pria yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) ini, (dibahas pada edisi berikutnya) mempertemukan dirinya dengan sejumlah tokoh bisnis ulung di wilayah tersebut .
“Kenal dengan bisnis BBM ini berawal dari pertemuan saya dengan Faharuddin yang notabene merupakan salah satu pioneer BBM dari Kota Tepian (sebutan Semarinda) yang kala itu juga bekerja di perusahaan Rata Timber di Kecamatan Long Hubung, oleh Faharuddin ini kemudian saya mencoba banting setir bisnis sembako ke bisnis BBM,” bebernya.
Dalam memulai bisnis BBM perdananya H Agus mengaku memiliki modal awal 50 drum jenis premium, olehnya kemudian BBM tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah di kabupaten yang mekar di 14 Desember 2013 silam.
“Dengan modal itu saya kemudian memulai mensuplay sejumlah depot warga terkait kebutuhan BBM di Mahulu, sekira 1 tahun lamanya bisnis BBM ini kemudian mengalami peningkatan permintaan yang signifikan, yang membuat saya harus mensuplay BBM jenis premium tersebut hingga 200 drum setiap bulannyà,” tutur H Agus.
Puncaknya di 2007, H Agus kemudian berhasil mengibarkan bendera yang kini dikenal dengan nama PT Ratah Indah yang fokus mensuplay BBM dengan skala besar di sejumlah wilayah Long Apari (salah satu kecamatan di Mahulu) hingga sejumlah kecamatan lainnya di Mahulu.
“Dari PT Ratah Indah inilah saya kemudian berhasil mendapatkan kontrak dari pertamina, dari kontrak itu kami mendapatkan kuota BBM sebesar 300 kl, yang terbagi 250 kl premium dan 50 kl jenis solar,” sebutnya. (Bersambung)