Skip to content

Mereka Yang Tetap Bertani Ditengah Pendemik Covid-19

Dadang Kusnadi: Salah satu petani Cabe Di muara jawa Tembus penghasilan 100 Juta

Dipublikasikan: 10 Apr 2020, 22:47
Mereka Yang Tetap Bertani Ditengah Pendemik Covid-19
salah satu petani di muara jawa sedang memanen hasil ladang pepayanya, pepaya jenis California ini di sebut sebagai pepaya kualitas terbaik -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Kebutuhan pangan bahan pokok sebagai pasokan masyarakat selama proses pengendalian penyebaran Covid-19 di Indonesia terus di prioritaskan Presiden Joko Widodo. Instruksi Presiden RI ini pun kemudian di tindak lanjuti oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/3/2020) lalu, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini, meyebutkan dengan adanya musibah wabah virus Covid-19 tersebut justru tidak membolehkan aktivitas sektoril pertanian terhenti.

grafis-muara-jawa.

Desain by Arief Kaseng/ Kaltimnews.co

“Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas bahkan ekspor," ujar Syahrul seperti dikutip dari detik.com.

Pendemi Covid-19 memang kini menjadi wabah yang membuat khawatir warga Indonesia saat ini, kehadiran virus dari Wuhan, China tersebut, membuat kepala negara meminta warga untuk tinggal dirumah demi memutus rantai penyebarannya.

Namun ditengah kondisi tersebut, ternyata tidak menyurutkan semangat penyuluh dan petani untuk tetap bekerja menyediakan kebutuhan pangan bagi mansyarakat Indonesia yang totalnya mencapai 267 juta jiwa.

dadang-muara-jawa.

Dadang Kusnadi, (Kanan) saat bersama dengan salah satu petani Muara Jawa usai melakukan panen bawang merah -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

Hal ini terbukti dari sejumlah provinsi di Indonesia yang tengah memasuki masa panen tidak terlepas dari peran penyuluh dan petani yang giat sehingga tetap menjaga produksi dan produktivitasnya.

Di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) miasalnya, ditempat ini, setidaknya 87 Kelompok Tani yang tersebar di 8 Kelurahan se-kecamatan Muara Jawa, kini tetap turun berladang seperti biasanya.

“Terdapat 91 kelompok tani yang terdaftar dalam System Informasi Management Penyuluhan Pertanian (Simluktan) se Kecamatan Muara Jawa, dari 91 kelompok tani itu sudah termasuk 9 Kelompok Tani Wanita (KTW), dan masing-masing daerah memiliki sektoril produksi yang berbeda beda pula,” ujar Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Muara Jawa yang juga sebagai Peyulu Pertanian, Dadang Kusnadi kepada kaltimnews.co, Jumat (10/4/2020) siang.

petani-tomat-kukar.

Salah Satu petani tengah mengumpulkan hasil panen tomotnya untuk kemudian di kirim ke pasar -- www.kaltimnews.co /Foto : Istimewa

Menurutnya, wabah Corona bukanlah alasan bagi dirinya bersama dengan petani berhenti dari aktivitasnya tersebut, bahkan setiap harinya Dadang menyebut tetap menemui para petani guna memberikan penyuluhan demi menggenjot produksi dan produktivitas sektoril tersebut.           

"Adanya musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kami terus mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas," sebutnya.

Dadang menyebutkan Sektoril unggulan di Muara Jawa lebih kepada Sayuran dan Holtikultura. “Sektoril unggulan yakniu berupa Pepaya California, Cabe, dan Tomat, tiga jenis tanaman ini menjadi sector unggulan dari kecamatan ini,” katanya.

petani-tomat-di-kukar.

Akatifitas yang dilakukan petani yang berada di Muara Jawa Kukar, para petani ini tetap turun menggarap ladang pertaniannya meskipun ditengah wabah Covid-19 -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

Untuk sayuran cabe sendiri kata dia, satu orang petani memiliki 3-4 Hektare (Ha) yang total produksinya dapat mencapai 1 Ton sekali siklus panennya. “Rata-rata 400 Kilogram (Kg) setiap 1 Ha, dan sikuls panenya sendiri berkisar 3-5 hari, dengan kata lain total durasi panen untuk satu orang petani berkisar 17 kali panen dalam satu bulan,” jelasnya.

Untuk harga sendiri para petani ini kata dia melepas harga dibawah dari harga pasar. “Untuk Cabe misalnya dibandrol dengan harga Rp 50 Ribu per Kg. sementara Tomat dilepas para petani dengan harga Rp 11 Ribu per Kg, sementara papaya California dilepas dengan harga Rp 5 Ribu rupiah,” bebernya.

petani-dirumah-aja."

Salah satu petani yang ikut menyampaikan kepada warga untuk ikut tetap tingaal dirumah #WFH #jagajarak ##dirimahaja #searahlawancorona -- www.aktimnews,co / Foto: Istimewa

Suksesnya tiga komuditi tersebut kata dia tidak terlepas dari Pemuda Tani Indonesia Kecamatan Muara Jawa, pasalnya kata di para pemuda tani ini merupakan pencetus dari tiga komuditi yang kini sukses menjadi banteng ekomoni di wilayah Kukar tersebut.

“Selain menjadi benteng ekonomi di Kukar, Sektortil ini juga menjadi Sektor pendapatan utama bagi para masyarakat, contohnya saja Hamzah al fauzi salah satu pemuda tani yang kini dengan tanaman cabenya, penghasilannya bisa menembus ankga Rp 100 juta setiap 1 silkus panen,” terangnya. (*)