Skip to content

Panen Raya Rumput Laut, Edi Berharap Segera Terdukung Industri

Hasilkan 3 Ton, Raup Keuntungan 51 Juta Sekali Panen

Dipublikasikan: 28 Nov 2019, 08:46
Panen Raya Rumput Laut, Edi Berharap Segera Terdukung Industri
Bupati Kukar Edi Damansyah saat mengikuti panen raya rumput laut di desa Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak Kutai Kartanegara. Panen ini tergoilong istimewa karena merupakan optimalisasi budidaya setelah sebelumnya tak begitu menjanjikan saat dilakukan di tambak.

KALTIMNEWS.CO,Tenggarong – Potensi rumput laut di Kecamatan Muara Badak Kukar, sangat potensial. Terkini, panen rumput laut di wilayah itu, mencapai hasil 3 ton. Bahkan panen rumput laut milik Kasmudi yang merupakan warga Desa Badak Ilir RT 11, Kecamatan Muara Badak itu, dihadiri Bupati Kukar Edi Damansyah.
Keberhasilan panen ini, merupakan lonjakan besar pasca kurang produktifnya pengembangan rumput laut di tambak. 

Adalah kelompok nelayan yang diketuai Kasmudi dan beranggotakan 17 orang itulah yang berhasil mengembangkan budidaya rumput laut ini. “Potensi rumput laut ini sangat baik. Budidayanya juga potensial untuk mendatangkan investor. Baik untuk pengembangan budidaya, maupun industrinya,” ucap Edi Damansyah.

panen-raya.

Difasilitasi oleh Pemkab Kukar, Edi juga menyebut telah ada komunikasi. Dengan beberapa pihak terkait studi pengembangannya. Apakah tingkat kontinyunitasnya bisa terjamin atau tidak. Termasuk celah pengembangannya lewat industri. 

“Terbukti tanpa dukungan industri, potensi rumput laut Kukar sudah bisa dipasarkan hingga ke Sulawesi Selatan,” sebutnya.
Dari sisi perekonomian, potensi rumput laut terbuka luas untuk celah PAD. Saat ini harga jual rumput laut mencapai Rp 17 ribu/kg. Artinya, edisi panen dengan hasil 3 ton kali ini, menghasilkan Rp 51 juta.

Potensi lainnya, sebagai pengepul dengan memasarkan hasil rumput laut ke Makassar. Dengan rata-rata hasil panen dalam 40 hari, menghasilkan 1 hingga 5 ton.
Diketahui, harga rumput laut mengalami penurunan dari harga Rp 20 ribu/kg. 

Meresponsnya, Edi menjanjikan akan memfasilitasi bantuan untuk lebih mengoptimalkan potensi rumput laut itu. Utamanya celah dukungan investor untuk membangun pabrik rumput laut. 

“Kalau ada pabrik rumput laut, petani dipastikan bisa meningkat volume panen yang berimbas pada peningkatan kesejahterannya,” tuturnya.
Positifnya, tak hanya bagi kelompok nelayan, rumput laut ini juga 

membuka peluang ekonomi bagi usaha turunannya. Seperti, seperti mengikat bibit rumput laut dengan tali yang memberdayakan ibu-ibu sekitar.
“Belum ada industrinya, budidaya rumput laut ini sudah sangat menghasilkan dan membuat warga disini mandiri. Apalagi kalau sudah terdukung industri,” tambahnya. (*)