KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Pelaksanaan pemilu serentak ditengah pandemik Covid-19 bukanlah tanpa persiapan. Terdapat berbagai upaya yang dilakukan sebagai upaya pencegahan dan penangan virus Covid 19 ditengah pelaksanaan pesta demokrasi tersebut demikian yang disampikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, Mukhasan Ajib saat ditemui di Gedung KPU Kaltim Selasa (20/10/2020) siang.
“Untuk Kelompok Penyelenggara Pemunguta Suara (KPPS) nanti akan menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) standar seperti, masker, Sarung tangan, dan face shild. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KPU RI juga akan membantu untuk biaya rapid test setiap anggota KPPS untuk antispasi karna pemilihan kepala dearah (Pilkada) tahun ini kan berbeda. Tahun-tahun sebelumnyakan normal ya sekarang new normal,” ucapnya.
Mukhasan Ajib berharap masyarakat tidak takut untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS), “Masyarakat jangan takutlah datang ke TPS, karena semuanya sudah dibekali pengetahuan pencegahan dan penanggulana Covid walau bukan ahli. Termasuk yang masuk ke tps harus cuci tangan, kalau bisa bawa pulpen sendiri jadi tidak saling bersentuhan,” tuturnya.
“Perbedaan juga ada dari syarat anggota KPPS, ditengah pandemik sekarang terlalu tua tidak boleh terlalu muda tidak boleh, batas usia 25-50. Periodesasi juga ada disini, KPPS yang sudah 2 periode tidak boleh mendaftar lagi,” tambahnya.
Merespon tingginya pasien di Rumah Sakit, KPU juga telah menyiapkan pelayanan khusus agar para pasien tetap bisa menyalurkan suaranya.
“Nanti untuk pasien yang masih dirawat pada 9 Desember mendatang akan di data oleh KPU masing masing daerah. “Nantinya akan diberikan form pindah memilih (A5), nanti bisa mencoblos ke TPS terdekat. Bukan pasien yang keluar ke TPS tapi nanti ada 2 anggota KPPS dari TPS terdeket didampingi Banwaslu bergerak pelayanan ke rumah sakit berdasarkan data itu, jadi bukan ngetok setiap pintu jika pasien kondisi parah banget yang tidak bisa dipaksakan, berarti tidak bisa menggunakan suaranya. Walaupun pelayanan ini bukan TPS berjalan seperti dulu tapi ada petugas yang datang sesuai data,” tutupnya. (*)