
KALTIMNEWS.CO, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) kembali menggelar Lomba Olahraga Tradisional Tahun 2025 sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2025, tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, di Lapangan Batiwakkal, Tanjung Redeb, Kamis (9/10/2025). Acara turut dihadiri sejumlah kepala OPD, para peserta lomba, dan perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan.
Beragam cabang olahraga tradisional turut dipertandingkan, di antaranya Hadang yang diikuti 16 regu, Ketapel sebanyak 30 peserta, Panahan 196 peserta, serta Sumpit dengan 16 regu peserta.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menjaga semangat kebugaran masyarakat sekaligus menghidupkan kembali olahraga tradisional yang sarat nilai budaya.
“Saya melihat kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi dan menjaga warisan olahraga tradisional yang mulai jarang dimainkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gamalis mengimbau agar Dispora Berau terus melakukan pembinaan di tingkat sekolah melalui para guru olahraga. Langkah ini dinilai penting agar generasi muda mengenal dan mencintai olahraga tradisional sejak dini.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berkelanjutan. Sekolah-sekolah perlu ikut ambil bagian agar anak-anak kita bisa melestarikan permainan tradisional yang menjadi identitas daerah,” jelasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat semangat persaudaraan antar peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.
“Melalui lomba ini, kita ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan dan sportivitas, sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tradisional juga bisa berprestasi dan membanggakan daerah,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Wabup Gamalis berpesan agar seluruh pihak mendukung keberlanjutan kegiatan olahraga tradisional di Berau.
“Kami berharap lomba seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Selain melestarikan budaya, juga menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk berkreasi dan berprestasi,” pungkasnya. (*)