KALTIMNEWS.CO, Tenggarong – Keseriusan Pemkab Kutai Kartanegara membangun kota cerdas atau Smart City menuju program menuju 100 Smart City, terlihat saat pertemuan dengan lintas OPD terkait dengan mendatangkan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) Jumat (20/12/2019).
Pertemuan yang juga menghadirkan perwakilan Telkom dan Wantikda itu, dipimpin oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Kukar, Taufik Hidayat, mewakili Pemkab Kukar.
Program Smart City bukanlah program asing bagi Kukar, karena dalam beberapa waktu belakangan, kabupaten ini tengah giat membangun dan melaksanakan sejumlah program terkait dengan melibatkan masyarakat. Salah satunya dengan memanfaatkan keberadaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang di koordinir oleh Kominfo Kukar.
“Sebenarnya program sudah dijalankan meski belum dalam skala besar. Tinggal audiensi saja untuk lebih untuk lebih mengefektifkan dan melaksanakan detil programnya,” ungkap Taufik Hidayat.
Ie menyebut OPD terkait yang bersinggungan langsung dengan program Smart City seperti Kominfo, Balitbangda, Pariwisata, dan BPMD, wajib memerhatikan bagaimana celah pengembangan dan penerapan langsung pada program kerja masing-masing.
“Program ini awalnya hasil sharing dengan Bupati Kukar dengan tim wantiknas Oktober lalu dan berlanjut pada pertemuan terkait Smart City pada November lalu di Jakarta. Kedatangan tim Wantiknas ini sekaligus menjadi tindak lanjut keseriusan Kukar dalam menerapkan Smart City,” katanya.
Kukar diketahui telah sukses menerapkan konsep kampung digital di Sangasanga sejak 2017 lalu. Dengan konsentrasi pada pengembangan UKM digital, program itu bertahap akan dicanangkan pada wilayah lainnya di Kukar.
“Kukar punya potensi besar menjadi embrio dan pelopor pada penerapan Smart City di Indonesia Timur selain Makassar. Nah lewat diskusi seperti inilah, diharapkan bias muncul kolaborasi positif untuk melancarkan prosesnya,” tambahnya.
Senada, Teddi Iswahyudi dari Wantiknas, memaparkan konsep pengembangan teknologi tanah air butuh dukungan positif dari pemerintah daerah. Kukar telah menjalaninya dan punya peran dan potensi positif untuk pengembangannya. Apalagi warga Kukar juga aktif saat dilibatkan. Sangat terlihat pada pelaksanaan kampung digital dimana peran aktif warga, menjadi operasional sentralnya.
Menjadi OPD yang bersinggungan dan mengawal langsung program Smart City Kukar, Kominfo Kukar dihadapkan pada tantangan besar belum meratanya sinyal telekomunikasi yang menjadi syarat utama penerapan Smart City.
“Kukar masuk posisi 21 pada program Smart City dari jumlah 75 kota yang menerapkan. Walau dalam realisasinya Kukar masih dalam penerapan desa digitalisasi. Kukar harus bias lebih dari itu,” ucap Kadis Kominfo Kukar Bahteramsyah.
Kondisi real, menurutnya, Kukar belum merdeka Sinyal. Artinya tantangan utama adalah membuat seantero Kukar bisa terkoneksi jaringan internet.
Tak harus pada pusat pemerintahan di pedesaan, contohnya sampai saat ini masih banyak lokasi wisata yang belum tersentuh sinyal telekomunikasi. Padahal, dengan jaringan aktif, proses promosi dan pemasaran produk dan fasilitas diukungan, bisa dengan mudah dikembangkan.
“Menerapkan Smart City butuh investasi besar untuk infrastruktur pendukung. Tapi, kami tetap bergerak aktif. Untuk itulah kita perlu dukungan aktif dari Telkom,” katanya. (*)