Skip to content

RSUD Bali Mandara Pelajari Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD AWS

RSUD AWS menjadi satu-satunya RSUD di Luar Pulau Jawa Yang Mempunya Fasilitas Kedokteran Nuklir Sejak Awal 2018 Lalu

Dipublikasikan: 20 Nov 2019, 09:52
ADVERTORIAL
RSUD Bali Mandara Pelajari Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD AWS
Rombongan RSUD Bali Mandara saat melakukan studi banding ke AWS. -- www.kaltimnews.co / Foto : Humas AWS

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Menjadi salah satu rumah sakit rujukan nasional, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda menerima kunjungan studi banding tentang kedokteran nuklir dari UPTD RSUD Bali Mandara, Selasa (19/11/2019).  Sekira 14 perwakilan diterima di Ruang Mentari, Gedung Utama manajemen RSUD AWS. Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Direktur Penunjang Pengembangan SDM, dr. Mazniati. MPH, didampingi sejumlah pejabat RSUD AWS. 

Rombongan UPTD RSUD Bali Mandara dipimpin Kepala Bidang Pelayanan, dr. Tri Darmayanti, MARS. Fokus mereka, mendalami informasi tentang kedokteran nuklir dan bertukar pengalaman tentang Pengadaan Alat Kesehatan Kedokteran Nuklir (Spect CT. Hotlab), termasuk sarana prasarana dan pengelolaan limbah radioaktif. 

“Selain dua point itu, pertemuan juga merupakan studi banding alur pelayanan terpadu, ijin pengadaan dan pengelolaan limbah dari kedokteran nuklir," ucapnya.
Mewakili AWS, dr. Mazniati menyambut baik studi banding tersebut. "RSUD AWS Samarinda sangat senang apabila bisa bertukar pengetahuan dengan pihak yang ingin belajar dan berbagi," sebutnya. 

Seperti diketahui, RSUD AWS menjadi satu-satunya RSUD di luar pulau jawa yang mempunya fasilitas kedokteran nuklir sejak awal 2018 lalu. Mesin medis canggih yang diperkirakan bernilai belasan miliar rupiah tersebut memiliki kemampuan bisa mendeteksi dengan akurasi tinggi seluruh semua fungsi organ tubuh vital. termasuk sel kanker berbagai jenis dalam tubuh pasien yang disebut sangat membantu pada proses perawatan yang tepat. Menurut Radiografer Instalasi Kedokteran Nuklir RSUD AW Syahranie, Riana Syhaputra, bentuk dan cara kerja alat ini mirip mesin pemindai CT-scan, namun lebih canggih.

Tak hanya, kanker, alat radiografer instalasi nuklir ini bisa digunakan untuk melihat fungsi organ vital lainnya. Semisal seberapa besar fungsi ginjal dan jantung pasien yang bisa dihitung tinggal berapa persen fungsinya. (*)