Skip to content

Ternyata, 80 persen Warga Loa Janan Ilir Masih Menggunakan PDAM dari Kukar

Reses Laila Fatihah di Tiga Wilayah

Dipublikasikan: 12 Mar 2020, 05:32
ADVERTORIAL
Ternyata, 80 persen Warga Loa Janan Ilir Masih Menggunakan PDAM dari Kukar
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah -- www.kaltimnews.co / Foto : Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Pembangunan infrastruktur berupa semenisasi janan dan gang masih menjadi masalah yang dikeluhkan warga kota samarinda khususnya wilayah daerah pilihan (Dapil) Warga Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang dan Palaran. Hal tersebut di sampaikan anggota DPRD Samarinda Komisi II, Laila Fatihah kepada Kaltimnews.co, Kamis (12/3/2020) siang.    

Sejumlah keluhan warga tersebut ditemukan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Samarinda ini, saat mengelar Reses Masa Sidang II, selama tiga hari 5-7 Maret kemarin. Selain itu dirinya bahkan menemui persoalan warga yang terbilang unik seperti persoalan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang hingga sekarang ini masih dari wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

“Secara umum, kebanyakan warga masih mengeluhkan persoalan infrastruktur berupa jalan gang yang hingga kini masih belum selesai, selain itu di wilayah Loa Janan Ilir sekitar 80 persen warga masih menggunakan PDAM dari Kukar,” kata Laila.

Menurut Laila, sebagian warga menyebut hingga kini, Penggunaan air bersih dari daerah tetangga itu masih tersus berjalan, lantaran pihak PDAM Samarinda belum melakukan penyambuangan aliran baru bagi warga tersebut.

“Saya sudah konsultasi dengan pihak PDAM Samarinda, terkait hal ini, mereka (PDAM), menyebut jika proses aliran baru tidak semudah membalikkan telapak tangan, mengingat biaya yang dikeluarkan terbilang cukup tinggi,” sebut Laila.

Namun Laila, berharap kedepan warga wilayah Loa Janan ilir ini kedepan akan segera menikmati fasilitas air bersih dari wilayah Kota Samarinda sendiri.

“Saya tentunya berharap kedepan persoalan ini dapat terpecahkan, agar nantinya warga ini mendapat aliran air dari kota samarinda, bukan dari daerah tetangga lagi, mengingat selain memudahkan masyarakat dalam hal pembayaran tagihan, dengan aliran baru itu nantinya akan ikut menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda,” harapnya. (*)