KALTIMNEWS.CO, Kukar – Penanganan virus Covid-19 memang bukan hanya menjadi tugas dan perhatian pemerintah semata, melainkan juga menjadi perhatin berbagai pihak termasuk warga negara tentunya menjadi poin penting penanganan terhadap virus yang berasal dari wilayah Wuhan, China ini.
Di negara lain mungkin pemerintah yang mengambil alih dalam hal penanganan wabah penyakit tersebut. Berbeda halnya di Indonesia, warga yang memiliki adat ketimuran dengan system gotong royong ikut serta bahu membahu dalam memerangi virus Corona tersebut

Desain By Arief Kaseng / Kaltimnews.co
Seperti hal nya yang terlihat, dari aksi yang dibuat oleh Bunda Cakes Shop (BCS) yang beralamat di Jl Cempaka, Kutai Kartanegara (Kukar), yang sengaja membuat dan memasrka kue yang hasil penjualannya semata untuk didonasikan kepada tim paramedic khusunya di wilayah Kukar yang kini berjuang membantu warga yang sedang terpapar Virus Covid-19 tersebut.
“Kegiatan ini lebih kepada kasi social, mengingat semua hasil penjualan kami semata mata kami donasikan ke berbagai pihak yang membutuhkan seperti dalam hal ikut membantu dan mendukung kinerja paramedic yang berjuang membantu masyarakat kukar pada umumnya agar bisa bebas dari wabah mamatikan ini,” ujar pemilik Bunda Cake Shop, Lala Setiawan kepada kaltimnews.co, Selasa (31/3/2020) sore.

Salah satu aktifitas pengiriman yang dilakukan dengan melibatkan ojol di wilayah tersebut, hal ini dinilai sebagai salah satu bantuan bagi pelaku ojol yang selam ini sepi penumpang -- www.kaltimnews.co / Foto : Redaksi kaltimnews
Menurut Lala, Sapaan akrabnya, usaha kegiatan aksi social tersebut dilaksanakan secara spontanitas, lantaran selama dua pekan ini sejumlah ekonomi masyarakat mulai lumpuh. “Contohnya tukang ojek, selama pemberlakukan untuk tinggal dirumah oleh pemerintah, pendapatan mereka mereka kini mulai sepi, nah dengan hadirnya kami menjajakan makanan dengan system online, otomatis pendapatan mereka jadi ikutan bertambah,” jelas pemilik Bunda Baking Class ini.
Dalam memasarkan produknya Lala mengaku, jika dirinya dibantu oleh sejumlah rekannya yang bergabung dalam Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kukar. “Kebetulan saya adalah salah satu anggota KIM Kukar, dengan kolaborasi tim kami usaha yang kami gagas ini dapat berjalan optimal hingga hari ini,” katanya.
Meski baru dibuka tiga hari yang lalu, namun Lala mengaku keuntungan penjualan hingga hari ini sudah menembus angka jutaan rupiah.
“Semuanya kami syukuri, dan itu tidak terlepas dari semua dukungan teman-teman yang ikut menjadi relawan. Saya bersyukur memiliki tema- teman seperti Ibu Esti, Ibu Tutik, Ibu Mini, Ibu Nur Afni, yang dengan semangat ikut membantu saya, terlebih juga kepada Ketua KIM Wadah Etam Bebaya (WEB), Ibu Indah serta para donatur yang telah ikut urunan dalam menyiapkan bahan baku pembuatan kue. tanpa adanya mereka jelas pekerjaan ini akan menjadi pekerjaan yang mustahil,” sebut Lala.
Dalam menjalankan usahanya, Lala mengaku tidak membandrol harga tinggi kepada pelangganya, hal itu dilakukan kata dia, lantaran situasi ekonomi masyarakat yang kini sedang lesu.
“Kami tidak membuat jenis kue yang banyak hanya beberapa jenis saja di setiap hari dengan menu dan citarasa yang berbeda, seperti dihari pertama dan kedua yakni jenis onde-onde dengan harga Rp.8 ribu dan hari ke tiga ini kami mebuat jenis Pizza Mini oven, dengan harga dengan harga Rp.5 ribu, per pizzanya,” terang Lala. (*)