Skip to content

Wow di Kaltim Ada Posko Covid-19 Diatas Air

Punya Alat Penyemprot Desinfektan Otomatis

Dipublikasikan: 14 Apr 2020, 23:58
Wow di Kaltim Ada Posko Covid-19 Diatas Air
Posko terapung yang berada di Desa Muara Enggelam, Kecamtan Muara Wis, Kukar, Kalimantan Timur, Meskipun berada diatas air namun keberadaan Posko yang bernama Aliansi Sagtgas Covid-19 tidak lepas dari tugas dan fungsinya -- ww.kaltimnews.co / Foto: Redaksi kaltimnews.co

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Merebaknya virus Covid-19, membuat pemerintah dan elemen masyarakat bersatu padu dalam melakukan aksi tanggap dan pencegahan. Berbagai upaya pencegahan dibuat untuk memotong rantai penyebaran virus global tersebut. salah satunya yakni dengan membuat posko penanganan Covid-19.

Keberadaan posko ini sendiri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aksi pencegahan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut. Di sejumlah posko sejumlah warga yang hilir mudik akan menjalani pemeriksaan suhu tubuh, selain itu sejumlah kendaraan tidak lepas dari aksi penyemprotan desinfektan oleh petugas.

Ramsyah-muara-Enggelam.

Direktur Bumdesa Bersinar Desaku, Desa Muara Enggelam, Ramsyah -- ww.kaltimnews.co / Foto: Redaksi kaltimnews.co

Namun hal tersebut berbeda di Desa Muara Enggelam, Kecamtan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim), hal tersebut dikarenakan letak posko tersebut berada diatas permukaan air alias mengapung.

“Posko kami memang posisinya berada diatas air, hal itu disebabkan lantaran kondisi geografis desa ini memang berada tepat diatas air, kata Direktur Bumdesa Bersinar Desaku, Desa Muara Enggelam, Ramsyah, kepada kaltimnews.co, Selasa (14/4/2020) malam.

Meskipun berada diatas air namun keberadaan Posko Aliansi Sagtgas Covid-19 Desa Muara Enggelam kata dia, tidak lepas dari tugas dan fungsinya.

“Tidak ada yang berbeda seperti jika ada penumpang atau awak moda transportasi yang suhu tubuhnya di atas rata-rata, langsung diarahkan petugas untuk mendapat penanganan lebih lanjut di Posko. Cuman yang membedakannya kami berada diatas air sementara di tempat lain keberadaan posko umumnya berada di jalan raya,” sebutnya.

Dalam membangun posko, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai Perawat Ahli Pertama di desa ini menyebutkan, kalau pembangunan posko tersebut mengunakan ponton besi yang sebelumnya didapatkan desa tersebut dari Dinas Perhubungan.

“Ponton ini sendiri kami dapatkan dari Dinas Perhubungan beberapa waktu lalu, awalnya diperuntukkan untuk berbagai keperluan warga, adapun sekarang kami manfaatkan sebagai posko Covid-19, mengingat ukurannya yang cukup besar yakni berukuran 8x14 meter dan daya tampungnya hingga 500 orang,” terangnya.

Dirinya mengaku jika kehadiran posko tersebut baru terbentuk sejak 27 Maret yang lalu, yang kala itu sebutnya, diusulkan bersama dengan masyarakat diacara musyawarah desa.

“Angaran awal membangun posko ini menggunakan dana Badan usaha milik desa (Bumdesa) sebesar Rp 5 juta, kemudaian 5 hari berikutnya anggaran tersebut ditambah dari dana Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp 15 juta,” sebutnya.

Dana Rp 20 juta tersebut, kata dia, dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembuatan 1000 masker oleh Ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebesar Rp 5 Juta, dan selebihnya di manfaatkan untuk membeli peralatan Thermal Infrared Sensor (TIRS) yang digunakan untuk mengecek suhu tubuh, alat penyemprotan desinfektan otomatis, cairan desinfektan dan aksi penyemprotan desinfektan di semua wilayah desa tersebut.

Baca Juga:

https://www.kaltimnews.co/posts/view/748/5-hari-ibu-pkk-desa-muara-enggelam-bisa-produksi-1-000-masker.html

https://www.kaltimnews.co/posts/view/747/anggota-dpr-ri-hetifah-sjaifudian-apresiasi-program-streaming-youtube-milik-kota-raja-chanel.html

https://www.kaltimnews.co/posts/view/749/24-ribu-paket-sembako-bakal-dibagikan-pemkot-samarinda-ke-warga-terdampak-covid-19.html

Meskipun berada diatas permukaan air kata dia namun keberadaan posko tidak berpengaruh dengan kondisi daerah yang lembab katanya. Mengingat akses penghubung ke desa tersebut hanya bisa diakses dari satu pintu saja.

“Yang kami periksa adalah orang pendatang baru atau warga yang baru datang melakukan aktivitas dari luar desa, dan itu bisa kami deteksi, lantaran letak posko ini berada hanya 50 meter dari pintu gerbang desa, selain itu masyarakat di desa ini, kami berikan edukasi untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dengan tetap melakukan aksi cuci tangan, baik sebelum maupun setelah memegang barang seperti sembako yang mereka beli,” katanya.

Terkait personel yang bertugas di posko tersebut kata Ramsyah, melibatkan semua pihak seperti dari pemerintah desa, linmas. “Posko ini beroperasi mulai pagi sekira 7.30 hingga 17.00 wita, terkait personelnya itu melibatkan sejumah pihak seperti aparatur desa, Linmas, tenaga medis bahkan PKK Desa pun ikut ambil andil di kegiatan Posko ini,” tutupnya. (*)