Skip to content

137 Paket Mesin Kapal BBG Diserahkan ke Nelayan 

Barkati : Ini Bentuk Hubungan Baik Pusat dengan Daerah, Manfaatkan Sebaiknya

Dipublikasikan: 24 Nov 2019, 00:26
ADVERTORIAL
 137 Paket Mesin Kapal BBG Diserahkan ke Nelayan 
Wakil walikota samarinda M BarkAti saat mengahdir pertemuan dengan Direktur Teknis Lingkungan Kementerian ESDM - www.kaltimnews.co /Foto: Kominfo Samarinda

 banner-pemkot-SAMARINDA-OK.

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - 137 paket Bahan Bakar Gas (BBG) disalurkan pada nelayan Kota Samarinda dalam program pendistribusian paket konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran program kemitraan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI. Bantuan diterima KUB Lempake Lestari 29 unit dan KUB PPI Selili sebanyak 108 unit.

Penyerahan dilaksanakan di PPI Selili Samarinda, Jl Lumba-Lumba, Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir oleh Wakil Walikota Samarinda Muhammad Barkati mewakili Rusdi Mas'ud anggota DPR RI Komisi VII didampingi Direktur Teknis Lingkungan Migas Kementerian ESDM Adi Wibowo, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Kadis Perikanan Kota Samarinda Syam Syaimun, dan Camat Samarinda Ilir Ramdani.

“Sudah sekian kalinya kita mendapat bantuan dari pusat. Hal ini tidak terlepas hubungan baik antara DPR RI, Pemerintah Pusat dan Daerah, sehingga bantuan–bantuan tersebut bisa tepat sasaran," ucap Wawali.

Meski diakuinya, terkadang data untuk verifikasinya agak susah karena informasi yang tidak sampai atau Kepala Dinasnya kurang aktif untuk berhubungan dengan Pemerintah Pusat. 

“Saya evaluasi dan melihat bantuan ini tak lepas dari hubungan yang baik. Kepala Dinas bisa sebagai jembatan hubungan baik tersebut dengan mitra kerja,” terangnya.

Ia berharap kedepan Pemerintah Pusat bisa memberi bantuan yang lebih banyak dan bisa dimaksimalkan nelayan Samarinda yang telah bergabung dengan Kelompok Usaha Bersama dengan jumlah 700-an orang. “Tentu saja Kementerian ESDM, Komisi VII DPR RI bersama Pertamina sebagai mitranya," ucapnya.

Diketahui,  Mesin kapal berbahan bakar gas ini diklaim lebih hemat biaya Rp. 40.000-50.000 per hari. Dengan estimasinya bila melaut selama 20 hari akan menghemat biaya sekitar satu juta rupiah. Selain itu, menjadi solusi alternatif energi yang ramah lingkungan, mencegah polusi dan ekonomis.

Menurut Adi Wibowo Direktur Teknis Lingkungan Migas Kementerian ESDM, data nelayan sangat penting karena mesti disinkronkan dengan Pusat.

“Ini merupakan program dari pusat menyediakan mesin plus LPG nya dari Pertamina. Sasaran memang harus jelas karena sesuai data ingin mensejahterakan rakyat," katanya. 

Targetnya, meningkatkan kesejahteraan rakyat salah satunya adalah penyediaan energi yang terjangkau masyarakat. Mengkonversi dari minyak menjadi gas. (*)