Skip to content

5 Hari, Ibu PKK Desa Muara Enggelam Bisa Produksi 1.000 Masker

Diperuntukkan Bagi warga Desa di Tengah Pendemik Covid-19

Dipublikasikan: 13 Apr 2020, 22:36
5 Hari, Ibu PKK Desa Muara Enggelam Bisa Produksi 1.000 Masker
Ketua PKK Desa muara Enggelam kecamatan Muara Wis, Kukar, Nurul Huda saat perjalanan diatas perahu ke wilayah Muara Muntai, untuk membeli bahan baku masker -- www.kaltimnews.co / Foto: Istimewa

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Banyak jalan menuju roma, mungkin seperti itulah peribahasa yang digunakan oleh warga Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim). Ditengah kelangkaan masker sejumlah ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) daerah tersebut justru memproduksi masker untuk kebutuhan warganya.

Pasca merebaknya Covid-19, keberadaan Alat Pelindung Diri (APD) jenis ini, memang terbilang langka dipasaran, karena kelangkaan tersebut sejumlah pihak berinisiatif membuat APD tersebut secara mandiri.

Setidaknya terdapat 1.000 masker yang dibuat oleh para ibu-ibu PKK ini, 1.000 masker tersebut nantinya akan di bagikan kepada semua warga di Desa Muara Enggelam yang total penduduknya sebanyak kini berjumlah 750 orang, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 174.

masker-muara-enggelam-kaltimnews.

Salah satu Ibu PKK Desa Muara Enngelam, Kecamatan Muara Wis, Kukar memproduksi makser jenis kain. -- www.kaltimnews.co / Foto: Isitimewa

“Sebanyak 11 orang ibu PKK di desa ini kami libatkan dalam memproduksi 1.000 masker,” ujar Ketua PKK Desa Muara Enggelam, Nurul Huda yang dihubungi kaltimnews.co, melalui telepon selulernya, Senin (13/4/22020) malam.

Ke 11 orang ibu PKK yang dilibatkan Nurul Huda dalam memproduksi masker berbahan kain tersebut, bukan tanpa sebab, mengingat 11 orang ibu PKK ini, telah medapatkan keterampilan khusus bidang menjahit sebelumnya. “Jadi 11 orang ibu PKK ini sudah lihai menjahit, karena sebelumnya sudah dibekali dengan keterampilan dari instreuktur berpengalaman, jauh sebelum wabah Corona malanda,” ucapnya.       

Terkait waktu mengerjaan, disebutkannnya telah dilakoninya sejak Sabtu (11/4/2020) kemarin. “Alhamdulillah hari ini sudah ada 500 masker yang sudah jadi, dan kami terget Rabu (15/4/2020) mendatang, 1000 masker tersebut sudah selesai secara keseluruhan,” terangnya.

Terkait dana anggaran pembuatannya, ibu dua orang anak ini, menyebutkan jika pembuatan masker tersebut tidak lepas dari peran pemerintah desa setempat.

“Melalui Pemerintah desa, kami di PKK mendapat anggaran melalu dana Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan nilai Rp 5 juta, dana ini kemudian kami kelola untuk membuat 1.000 masker,” bebernya.

Berbagai perjuangan pun dilakukan oleh Guru SD 011 Muara Enggelam tersebut, mengingat tempat yang mereka diami kini, semuanya berada diatas air.

“Sebelum memproduksi masker terlebih dahulu kami membeli kain di daerah Muara Muntai yang harus di tempuh dengan perjalanan menggunakan perahu sekitar 60 menit pergi pulang, lantaran di desa kami tidak ada penjual kain,” katanya.

Nantinya masker ini lanjut dia, akan diserahkan ke Pemerintah Desa setempat, guna dibagikan kepada para penduduk yang mayoritas merupakan nelayan.

“Karena wilayah kami tidak memiliki darata, makanya warga disini rata-rata aktifitasnya nelayan, dan mereka tetap melaut meski di tengah pendemik Covid-19,” tutupnya.(*)