Skip to content

8 Bulan Menjabat Kades Muara Muntai Ulu, Husain langsung kembangkan Ekonomi Wisata Desa

Telah Siapkan 3 Perahu Untuk Para Pelancong Dengan Menu Makanan Sesuai Keinginan

Dipublikasikan: 05 Aug 2020, 21:18
ADVERTORIAL
8 Bulan Menjabat Kades Muara Muntai Ulu, Husain langsung kembangkan Ekonomi Wisata Desa
Kades Muara Muntai Ulu, Husain -- www.kaltimnews.co / Foto: Arief Kaseng

banner-agustus.

KALTIMNEWS.CO, Kukar – Meski baru menjabat sebagai Kepala Desa Mura Muntai Ulu, Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), namun sejumlah inovasi telah dimunculkan.

Sebut saja wisata kuliner diatas perahu, merepakan gagasan Kepala Desa yang kini mulai membuahkan hasil. Desa Muara Muntai Ulu merupakan salah satu dari 13 desa yang ada di Kecamatan Muara Muntai, sejak di Pimpin oleh Kepala Desa (Kades) Husain, desa yang memiliki luas area 713 km persegi, dan dihuni oleh 2.550 Jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga (KK), 117 serta RT 12 terus bersolek diri dalam memperkenalkan ekonomi wisata Desanya.

“Wisata ini lahir dari keinginan saya dan warga dalam memperkenalkan desa ini dari sisi potensi wisata,” ujar Husain kepada kaltimnews.co, Rabu (5/8/2020) sore.

Dipilihnya konsep wisata tersebut lantaran wilayah Desa yang ia kepalai memang berada tepat dibibir sungai mahakam.

“Sebelum saya menjabat sebagai kepala desa 8 Bulan yang lalu, dibenak saya adalah bentangan sungai ini bisa menjadi salah satu objek wisata desa kepada para pelacong lokal, maupun luar daerah sekaligus menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD), makanya begitu saya dilantik impian itupun saya coba wujudkan,” ujarnya.

Dalam prosesnya dirinya dibantu oleh para pengurus PKK Desa. “Semua ikut berperan aktif dalam mewujudkan impian tersebut,” sebutnya.

Hingga kini dirinya telah menggandeng 3 pemilik perahu untuk digunakan sebagai sarana wisata kuliner tersebut.

“Luas perahu rata rata berukuran Panjang 14 meter dan lebar 3 meter, adapun olahan makanannya itu kami sesuaikan dengan keinginan para pengujung,” tuturnya.

Untuk menikmati wisata ini kata dia, para pengujung dibandol dengan biaya per paket.

“Jadi ada beberpa paket,yang kami tawarkan, harga pun bervariasi, tergantung menu dan jarak tempuh kapal, yang paling rendah kami bandrol dengan harga Rp 850 ribu dan yang termahal dibandrol dengan harga Rp 1,5 Juta,” terangnya. (*)