
KALTIMNEWS.CO, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Puji Setyowati mengaku jika hingga sekarang ini pihaknya belum pernah mendengar review atau pun evaluasi, maupun hasil kinerja Satgas Covid-19 di Kaltim, review yang disebut Istri mantan Waliokota Samarinda Syaharie Jaang tersebut yakni, hasil kerja Bidang Penanganan Kesehatan, Dampak Ekonomi, maupun Jaringan Pengaman Sosial (JPS).
Padahal kata dia, relasisasi anggaran penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kaltim menembus angka Rp 538 Milyar yang telah dikucurkan pada tahun 2020 lalu.
Atas hal ini pihaknya pun menyebut jika Satuan Tugas (Satgas) percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kaltim dianggap kurang terbuka dalam hal laporan dari realisasi anggaran.
“Sampai sekarang memang belum ada laporan terkait realisasi anggarannya itu. Sisanya berapa, dan mau diapain,” ungkap Puji, Rabu (17/3/2021).
Lebih lanjut Politisi Partai Demokrat Kaltim ini, mengatakan untuk saat ini yang didapat hanya sebatas laporan normatif semata.
“Seperti jumlah tingkat positif, dan sembuh, dan perawatannya. Namun hal-hal yang berkaitan dengan program percepatan penanganan Covid-19 justru tidak pernah ada tersampaikan secara terbuka, hal ini kami nilai perlu ikut dipaparkan secara gablang mengingat hasil dari penanganan di 2020 itu nanti akan dijadikan indikator untuk penanganan Covid-19 di 2021 ini,” ungkapnya.
“Penanganan dampak ekonomi, dan JPS kini sudah tidak pernah lagi digaungkan kembali. terlebih rincian anggaran yang digunakan secara deaitl itu belum pernah di paparkan sama sekali, padahal semua harus dipaparkan secara terbuka dan transparan agar masyarakat dapat ikut mengetahui bahwa anggaran tersebut betul-betul digunakan untuk masyarakat. Hal ini pentinga lantaran dana yang digunakan itu kan berasal dari masyarakat, mau bagaimanapun pertanggungjawabannya ialah kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (*)