Skip to content

Mahasiswa ITK Bongkar Praktik Keselamatan Kerja di Industri Migas

Dipublikasikan: 25 Sep 2026, 07:55
Mahasiswa ITK Bongkar Praktik Keselamatan Kerja di Industri Migas

KALTIMNEWS.CO — Sebanyak 52 mahasiswa Program Studi Rekayasa Keselamatan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mendapat kesempatan melihat langsung penerapan keselamatan kerja dalam aktivitas industri hulu minyak dan gas bumi di PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Kunjungan industri tersebut berlangsung di Pasir Ridge Community Center (PRCC), Balikpapan, Kamis (10/9/2026). Kegiatan menjadi bagian dari program Industrial Safety Program for Innovation and Real Experience (INSPIRE) yang diinisiasi dosen dan mahasiswa ITK.

Didampingi delapan dosen, para mahasiswa tidak hanya menerima pemaparan mengenai keselamatan kerja, tetapi juga berdiskusi langsung dengan praktisi yang sehari-hari menangani aspek keselamatan di lingkungan operasi hulu migas.

Rombongan ITK disambut Enos Parubak, Assistant Manager Safety HSSE Zona 10. Sejumlah praktisi Departemen HSSE Zona 10 PHKT turut memberikan materi, yakni Luqman Amin Hanafi selaku Analyst Process Safety, Manangga Garukumara Barwindar selaku Analyst Occupational Safety, serta Destri Hanowo selaku HSSE Officer.

Kegiatan diawali dengan pengenalan PHKT, wilayah kerja, serta aktivitas operasional perusahaan. Mahasiswa kemudian diajak memahami berbagai aspek keselamatan yang menjadi bagian penting dalam kegiatan hulu migas.

Materi yang dibahas mencakup pengendalian bahaya, keandalan fasilitas, pengelolaan perubahan, hingga kesiapan operasional.

Pembelajaran tidak berhenti pada pemaparan materi. Mahasiswa mendapat ruang untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan para praktisi PHKT mengenai penerapan ilmu keselamatan dalam kondisi kerja yang sebenarnya.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan keselamatan yang dihadapi industri hulu migas, baik dalam aktivitas di darat maupun operasi lepas pantai.

Muhammad Haydan, salah satu peserta INSPIRE, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru mengenai dunia kerja industri migas.

“Kegiatan ini sangat berdampak bagi kami karena memberikan gambaran yang aktual dan faktual mengenai bagaimana ilmu yang kami pelajari di perkuliahan diterapkan langsung di lapangan kerja, khususnya terkait aspek keselamatan kerja,” kata Haydan.

Menurut dia, interaksi langsung dengan praktisi membuat mahasiswa dapat melihat hubungan antara teori yang dipelajari di kampus dan kebutuhan keselamatan di lingkungan industri.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi. Mahasiswa aktif menyampaikan pertanyaan terkait penerapan keselamatan, pengelolaan risiko, serta karakteristik pekerjaan di industri hulu migas.

Pembina Kemahasiswaan ITK, Anis Rohmana Malik, mengatakan kesempatan tersebut penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman yang tidak seluruhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.

“Harapannya, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat memperoleh banyak ilmu dan pengalaman yang sebelumnya mungkin hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Anis.

PHKT Buka Ruang Belajar Industri

Head Communication Relations & CID Zona 10 PHKT, Elis Fauziyah, mengatakan kunjungan industri tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan pendidikan sekaligus pengenalan industri hulu migas kepada generasi muda.

“Di PHKT, kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan di bidang pendidikan bagi masyarakat, termasuk memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat industri hulu migas,” jelas Elis.

Menurut Elis, pengalaman mahasiswa berinteraksi langsung dengan praktisi dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai posisi keselamatan dalam setiap aktivitas operasi hulu migas.

Aspek keselamatan, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan operasional sekaligus mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.

“Kegiatan INSPIRE yang kami dukung menjadi ruang belajar dua arah, ketika mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri, sementara praktisi PHKT berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan kebutuhan pembelajaran akademik dengan pengalaman praktis di industri. Bagi mahasiswa Rekayasa Keselamatan ITK, kunjungan ke lingkungan kerja PHKT menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana prinsip keselamatan diterapkan dalam menghadapi risiko dan karakter pekerjaan industri hulu migas. (*/rif/kaltimnews.co)