Skip to content

Laba Indosat Melonjak 37 Persen, Bisnis AI Makin Menjanjikan

Dipublikasikan: 30 Oct 2026, 16:36
Laba Indosat Melonjak 37 Persen, Bisnis AI Makin Menjanjikan

KALTIMNEWS.CO – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Di tengah transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI), Indosat membukukan pertumbuhan pendapatan dua digit dan kenaikan laba bersih yang signifikan.

Pendapatan Indosat hingga September 2026 mencapai Rp45,8 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, EBITDA tercatat Rp21,1 triliun.

Kinerja laba juga menunjukkan penguatan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 37,2 persen YoY menjadi Rp4,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap solid sekaligus ekspansi perusahaan ke sektor AI dan komputasi awan (cloud).

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum,” kata Vikram.

Menurut dia, investasi Indosat di bidang AI mulai memberikan kontribusi terhadap bisnis perusahaan. Indosat juga terus membangun kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan solusi AI, baik di Indonesia maupun pasar global.

ARPU Naik, Trafik Data Melesat

Penguatan bisnis telekomunikasi Indosat tercermin dari kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan.

ARPU meningkat 16,5 persen YoY menjadi Rp46.000. Pada periode yang sama, trafik data tumbuh 16 persen menjadi 14.829 petabyte.

Pertumbuhan tersebut didukung strategi AI hyper-personalization berbasis data. Teknologi AI dimanfaatkan untuk memahami perilaku pelanggan sehingga perusahaan dapat menghadirkan layanan yang lebih relevan sekaligus meningkatkan monetisasi.

Selain pemanfaatan AI, peningkatan trafik data juga didukung investasi berkelanjutan pada kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan jaringan 5G.

Pendapatan AI Cloud Tembus Rp800 Miliar Lebih

Di luar bisnis telekomunikasi, Indosat mulai menunjukkan kontribusi dari bisnis AI dan cloud.

Pendapatan solusi Indosat AI Cloud mencapai US$50 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut jauh meningkat dibandingkan pendapatan US$28 juta yang dibukukan sepanjang 2025.

Indosat memperkirakan pendapatan dari bisnis tersebut dapat mencapai US$100 juta hingga akhir 2026.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa investasi teknologi perusahaan mulai berkembang menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus membuka mesin pertumbuhan di luar bisnis telekomunikasi konvensional.

Bangun Ekosistem AI dari Fiber hingga Data Center

Indosat tidak hanya mengembangkan produk AI, tetapi membangun ekosistem AI full-stack yang mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI hingga aplikasi enterprise.

Melalui RAIA Grid, perusahaan memiliki jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer yang menjadi tulang punggung konektivitas untuk menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan bisnis.

Sementara itu, Zankore by Indosat dikembangkan sebagai infrastruktur AI generasi berikutnya. Dalam jangka panjang, infrastruktur tersebut ditargetkan memiliki kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).

Indosat menilai kombinasi infrastruktur tersebut dapat membantu pelaku usaha mengakses dan mengembangkan solusi AI dalam berbagai skala.

Indosat Perluas AI ke Segmen Korporasi

Untuk memperluas pemanfaatan AI di kalangan perusahaan, Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5.

Solusi tersebut memberikan akses terkelola bagi pelanggan korporasi terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.

Indosat menyebut layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas adopsi teknologi secara lebih terukur.

Dengan semakin berkembangnya kebutuhan terhadap komputasi AI dan layanan cloud, Indosat melihat peluang pertumbuhan baru dari integrasi bisnis konektivitas dan teknologi AI.

“Tujuan kami tetap sama, yaitu memberdayakan Indonesia. Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas,” ujar Vikram.

Dengan kinerja bisnis inti yang tetap kuat dan ekspansi agresif ke ekosistem AI, Indosat kini menempatkan transformasi teknologi sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perusahaan di tengah berkembangnya ekonomi digital Indonesia. (rif/kaltimnews.co)