Skip to content

Produksi Sumur BN-38 Bunyu Melonjak, dari 8 Jadi 733 Barel

Dipublikasikan: 06 Oct 2026, 02:35
Produksi Sumur BN-38 Bunyu Melonjak, dari 8 Jadi 733 Barel

KALTIMNEWS.CO – Produksi minyak dari Sumur BN-38 di Lapangan Bunyu meningkat tajam setelah PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field melakukan well intervention atau intervensi sumur.

Setelah intervensi dilakukan, produksi awal Sumur BN-38 tercatat mencapai sekitar 733 barel, meningkat dari sebelumnya yang berada di kisaran 8 barel. Selain minyak, produksi gas dari sumur tersebut juga mencapai 0,52 MMSCFD, jauh di atas target awal sebesar 0,10 MMSCFD.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu upaya PEP Bunyu Field mengoptimalkan kembali potensi hidrokarbon dari lapangan yang telah memasuki fase matang.

Senior Manager Bunyu Field, Ruri Heriandi, mengatakan peningkatan produksi BN-38 didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi sumur dan pemutakhiran analisis data subsurface.

Salah satu data yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut adalah data saturasi log. Analisis itu dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keberadaan serta potensi sisa hidrokarbon di dalam sumur.

“Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan strategi intervensi yang tepat,” kata Ruri.

Strategi tersebut antara lain dilakukan melalui penerapan water shut off dengan mengisolasi dan melakukan penyemenan pada interval yang terindikasi menghasilkan air.

PEP Bunyu Field kemudian melakukan perforasi pada lapisan top sand untuk mengoptimalkan aliran minyak sekaligus menekan masuknya air ke dalam sumur.

Dari hasil evaluasi, interval J-72 diketahui masih memiliki potensi hidrokarbon yang belum diproduksikan secara optimal. Karena itu, perusahaan melakukan pembukaan kembali interval tersebut sebagai bagian dari rangkaian intervensi Sumur BN-38.

“Hasil awalnya menunjukkan peningkatan produksi yang signifikan dan semoga bisa bertahan dalam waktu yang panjang,” ujar Ruri.

Optimalisasi Sumur Tua

General Manager Zona 10, Darmapala, mengatakan optimalisasi sumur eksisting menjadi salah satu strategi perusahaan dalam menjaga produktivitas lapangan migas yang telah memasuki fase mature.

Menurut dia, inovasi dan teknologi terus diterapkan dalam kegiatan pemeliharaan, perbaikan hingga reaktivasi sumur untuk meningkatkan produktivitas, recovery rate, sekaligus memperpanjang usia produksi sumur.

“Keberhasilan well intervention di Sumur BN-38 menunjukkan bahwa optimalisasi aset eksisting dapat memberikan tambahan produksi yang berarti,” ujar Darmapala.

Ia menambahkan, upaya serupa akan terus didorong untuk mengoptimalkan potensi aset yang masih tersedia.

Bagi PEP Bunyu Field, optimalisasi Sumur BN-38 menjadi bagian dari upaya mempertahankan produksi migas di tengah tantangan pengelolaan lapangan yang telah berumur.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk memaksimalkan cadangan dan potensi hidrokarbon yang masih dapat diproduksikan dari aset eksisting guna mendukung keberlanjutan produksi serta ketahanan energi nasional. (rif/kaltimnews.co)