Skip to content

Ketua PTK Sungai Kunjang Dukung Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda

Dipublikasikan: 17 Apr 2026, 13:59
Ketua PTK Sungai Kunjang Dukung Andi Satya Pimpin Golkar Samarinda

KALTIMNEWS.CO – Dukungan dari struktur bawah mulai memberi warna pada dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Samarinda.

H. Adam Ahmadillah, kader sekaligus Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Sungai Kunjang, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Andi Satya Adi Saputra untuk memimpin Golkar Samarinda ke depan.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Adam di tengah menguatnya dinamika internal partai menjelang Musda yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026 di Hotel Fugo Samarinda.

Menurut Adam, dukungan terhadap Andi Satya bukanlah keputusan yang muncul secara tiba-tiba. Ia menyebut, aspirasi tersebut berkembang dari bawah, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan figur yang dinilai mampu mengonsolidasikan kekuatan partai secara menyeluruh.

“Sebagai kader dan Ketua PTK, saya melihat langsung bagaimana harapan itu tumbuh. Kami butuh pemimpin yang bisa bekerja dan menggerakkan struktur hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.

Ia menilai, Andi Satya memiliki keunggulan dalam hal komunikasi politik serta kemampuan menjangkau berbagai lapisan kader. Dalam konteks organisasi, kemampuan tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas sekaligus memperluas basis dukungan partai.

Adam juga menekankan bahwa dukungan ini tidak semata didasarkan pada faktor personal, tetapi pada pertimbangan kapasitas dan kesiapan memimpin.

“Ini bukan soal siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling siap memimpin dan menyatukan,” kata dia.

Dalam perkembangan terakhir, nama Andi Satya mulai mendapat perhatian lebih luas di internal Golkar Samarinda. Sejumlah struktur partai di tingkat kecamatan disebut mulai menunjukkan kecenderungan dukungan yang serupa.

Musda Golkar Samarinda akan ditentukan oleh 16 suara yang terdiri atas Pimpinan Kecamatan (PK), organisasi pendiri seperti Kosgoro, Soksi, dan MKGR, serta organisasi yang didirikan dan unsur lainnya.

Konfigurasi ini membuat kontestasi tidak hanya bergantung pada tingkat popularitas, tetapi juga pada kemampuan kandidat membangun komunikasi dan konsolidasi lintas elemen.

Menguatnya dukungan dari tingkat kecamatan menunjukkan adanya pergeseran dinamika dalam tubuh Golkar Samarinda.

Jika sebelumnya arah dukungan banyak ditentukan di level elite, kini suara kader di tingkat bawah mulai memainkan peran yang lebih signifikan dalam menentukan arah kepemimpinan partai ke depan. (rif/kaltimnews.co)