Skip to content

Ketua PTK Samarinda Utara: Andi Satya Figur Paling Layak Pimpin Golkar

Dipublikasikan: 15 Apr 2026, 00:20
Ketua PTK Samarinda Utara: Andi Satya Figur Paling Layak Pimpin Golkar

KALTIMNEWS.CO – Dukungan terhadap Andi Satya Adi Saputra kian menguat jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Samarinda. Kali ini, sinyal tegas datang dari wilayah Samarinda Utara.

Yusmadi Yansyah, SE, Ketua PTK Golkar Samarinda Utara, secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Andi Satya untuk memimpin Golkar Samarinda sebagai ketua yang baru.

Dukungan ini bukan tanpa alasan. Yusmadi menilai, Andi Satya merupakan figur yang merepresentasikan kombinasi yang dibutuhkan Golkar saat ini: energi muda, kapasitas kepemimpinan, serta akar politik yang kuat.

“Kalau kita bicara kepemimpinan, tentu ukurannya jelas. Kapasitas, kapabilitas, dan rekam jejak. Andi Satya punya itu. Perolehan suaranya di Pileg menjadi bukti konkret,” tegas Yusmadi.

Menurutnya, Golkar Samarinda membutuhkan figur yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga mampu menggerakkan mesin partai secara efektif di semua lini.

Ia menyebut, karakter Andi Satya yang energik dan komunikatif menjadi nilai lebih di tengah kebutuhan regenerasi kepemimpinan.

“Beliau masih muda, energik, dan mampu menjangkau semua kalangan. Ini penting untuk masa depan partai,” ujarnya.

Tak hanya itu, faktor historis juga dinilai menjadi kekuatan tersendiri. Andi Satya merupakan putra pasangan Andi Sofyan Hasdam dan Neni Moerniaeni, dua figur yang memiliki rekam jejak panjang di Partai Golkar dan dikenal memiliki basis yang mengakar kuat hingga ke tingkat akar rumput.

Yusmadi menegaskan, latar belakang tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter politik yang matang.

“Beliau tumbuh dalam tradisi politik Golkar. Itu yang membuat pemahamannya terhadap partai lebih kuat,” tambahnya.

Musda Golkar Samarinda yang akan digelar pada 18 April 2026 di Hotel Fugo Samarinda diperkirakan menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Dengan total 16 suara yang diperebutkan terdiri dari Pimpinan Kecamatan (PK), organisasi pendiri, serta organisasi yang didirikan pertarungan tidak hanya bergantung pada popularitas, tetapi juga kemampuan membangun konsolidasi internal.

Dalam konteks itu, dukungan dari tingkat kecamatan seperti yang disampaikan Yusmadi menjadi indikator penting dalam membaca peta kekuatan.

Menguatnya dukungan terhadap Andi Satya dari struktur bawah menunjukkan bahwa arah Musda mulai terbaca.

Jika gelombang ini terus bergerak, bukan tidak mungkin Musda Golkar Samarinda akan menjadi panggung legitimasi bagi lahirnya kepemimpinan baru yang lebih muda dan progresif. (rif/kaltimnews.co)