KALTIMNEWS.CO – Kemampuan membuat konten kini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di media sosial. Bagi pelaku usaha dan pencari kerja, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk memperkenalkan produk, membangun portofolio, hingga membuka peluang ekonomi di tengah perkembangan industri digital.
Kebutuhan itu menjadi salah satu latar pelaksanaan pelatihan konten kreator bagi masyarakat dan pencari kerja di Samarinda. Kegiatan tersebut resmi dibuka secara seremoni oleh Anggota DPRD Samarinda Harminsyah P, SE di Gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Samarinda, lantai 3, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (7/10/2026) pagi.
Pelatihan berlangsung selama delapan hari. Program ini digagas Disnakertrans Samarinda dan didorong melalui program pendidikan serta pelatihan vokasi yang melibatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bima Education Center sebagai penyelenggara.
Setelah pembukaan, rangkaian pelatihan dilaksanakan di Gedung LPK Bima Education Center, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang.
Materi pelatihan diarahkan pada penguatan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, terutama untuk kebutuhan produksi konten, promosi, dan pengembangan usaha.
Bagi pencari kerja, keterampilan tersebut dapat menjadi tambahan kompetensi di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja. Sementara bagi pelaku usaha, kemampuan mengelola konten dapat digunakan sebagai bagian dari strategi pemasaran melalui platform digital.
Bukan Sekadar Belajar Membuat Konten
Perkembangan media sosial membuat pola promosi usaha ikut berubah. Produk tidak lagi hanya diperkenalkan melalui toko fisik atau promosi konvensional, tetapi juga melalui video pendek, foto, narasi, dan berbagai format konten digital.
Kondisi tersebut membuat kemampuan memproduksi konten menjadi salah satu keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung.
Pelatihan yang digelar di Samarinda ini karena itu tidak semata diarahkan pada kemampuan teknis. Peserta juga didorong memahami bagaimana keterampilan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan produktif.
Anggota DPRD Samarinda Harminsyah P mengatakan peningkatan keterampilan masyarakat perlu mengikuti perkembangan teknologi. Menurut dia, pelatihan vokasi dapat menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk memperoleh kemampuan yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.
Sementara itu, Pimpinan LPK Bima Education Center, Rafik, S.Kom, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Menurut Rafik, kolaborasi pemerintah daerah, legislatif dan lembaga pelatihan diperlukan agar masyarakat memiliki akses terhadap keterampilan yang dapat diterapkan secara praktis.
“Pelatihan berbasis keterampilan digital seperti ini penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan teori, tetapi juga kemampuan yang bisa langsung diterapkan,” ujar Rafik.
Ia berharap peserta memanfaatkan delapan hari pelatihan untuk membangun kemampuan yang nantinya dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan.
Keterampilan tersebut, kata Rafik, dapat dimanfaatkan untuk membantu promosi usaha, mengelola media sosial, membuat materi pemasaran, maupun menjadi bagian dari portofolio bagi pencari kerja.
Pelatihan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana keterampilan digital mulai ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan kapasitas tenaga kerja. Bagi masyarakat, kemampuan tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk beradaptasi dengan perubahan pola kerja dan pemasaran yang semakin terdigitalisasi. (adv/rif/kaltimnews.co)