Skip to content

Datangi Balai Kota, Mahasiswa minta Kepala Satpol PP di Copot Jabatannya

Buntut Dari Aksi Kekerasan Kepada 8 Orang Mahasiswa

Dipublikasikan: 25 Aug 2019, 23:00
Datangi Balai Kota, Mahasiswa minta Kepala Satpol PP di Copot Jabatannya
Para Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Suryanata menyampaikan tuntutannya kepada Walikota agar segera mencopot Kepala Satpol PP dari Jabatannya, Aksi ini mendapatkan pengawalan Ketat dari Polresta Samarinda -- www.kaltimnews.co/Foto: Arief Kaseng

KALTIMNEWS.CO,Samarinda - Merasa tuntutannya tidak di hiraukan sejumlah mahasiswa kembali mengelar tuntutan di gedung Balai Kota Samari da Jl Kesuma Bangsa, Senin (26/8/2019) siang.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Nusantara (Suryanata) Kota Samarinda ini, menuntut Walikota Syahrie Jaang untuk melakukan tindakan tegas kepada oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), atas tindakan anarkis yang terjadi 9 Agustus Lalu.

Kepada kaltimnews.co, Koordinator Aksi, Hidayat mengatakan, kehadirannya ke pusat pemerintahan Kota Samarinda tersebut untuk menuntut sikap Walikota Jaang untuk segera mencopot kepala Satpol PP Kota Samarinda dari jabatannya.

"Ada 7 tuntutan kami kepada Walikota Jaang, pertama Kami meminta Kepala Satpol PP Kota Samarinda untuk segera di copot dari jabatannya, yang kedua kami meminta kepada Pemkot Untuk segera mengusut tuntas oknum Satpol PP yang melakukan pemukulan kepada 8 orang Aktivis, selanjutnya, kqmi juga meminta pemkot membina para Satpol PP ini berdasarkan Perda Kora Samarinda No 5. 2012 tantang organisasi dan Tata kerja Satpol PP, kami juga minta agar Pak Walikota untuk segera mencabut kebijakqn anti demokrasi, selain itu kami juga meminta kepada walikota untuk menjamin pihak Satool PP agar tidak melakukan sikap represif saat menjalankan tugas penegakan perda sekaligus menjamin SDM setiap Anggota satpol PP, adapun yang terakhir adalah kami meminta Walikota Untuk dapat memulihkan nama baik korban dan tempat usaha yang nota bene menjadi tempat imbas tidakan represif Satpol PP Samarinda," Jelas Hidayat.

Dikatakan hidayat aksi yang dilakukan pihaknya sudah merupakan aksi yang kedua kalinya. Sejauh ini katanya Pemkot samarinda belum memperlihatkan sikap tegas walikota dari tuntutan yang di sampaikannya pada aksi yang di gelar sebelumnya.

"Kedatangan kami ini merupakan buntut dari aksi kami sebelumnya yakni pada 13 Agustus lalu, jika nantinya Pak Walikota tetap tidak menghiraukan tuntutan kami maka kami pastikan bahwa kami akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami akan Boikot Balaikota Samrinda," Tegas Hidayat.

Untuk di ketahui bersama, Kejadian ini bermula saat sejumlah pihak satpol PP Kota  Samarinda melakukan aksi pemukulan kepada sejumlah aktivis yang sedang ngopi di salah satu warkop, dalam kejadian itu sejumlah Mahasiswa mengalami luka akibat pukulan dari Satpol PP Samarinda.

Hingga berita ini diturunkan Para Mahasiswa masih tetap menyuarakan suaranya di depan Gedung Balai Kota Samarinda (*)