Skip to content

Datangi Rumah Korban Meninggal Terperosok di Parit, Wawali Teteskan Air Mata

ImbaunGuru Untuk Lebih Peka Mangawasi Siswanya

Dipublikasikan: 24 Nov 2019, 01:12
ADVERTORIAL
 Datangi Rumah Korban Meninggal Terperosok di Parit, Wawali Teteskan Air Mata
Wakil Walikota Saamarinda saat hadir dirumah korban

 banner-pemkot-SAMARINDA-OK.

KALTIMNEWS.CO, Samarinda - Wakil Walikota Samarinda M Barkati tak kuasa menahan air matanya saat mengunjungi Rumah Duka M Fahmir Ridho, bocah SD berusia 7 tahun yang duduk di kelas 2 yang meninggal karena terperosok di parit akibat hujan deras disertai banjir di Jl Wortel Mongisidi RT. 19 Kelurahan Dadi Mulya, Jumat (22/11/2019) pagi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita Jam Istirahat di depan sekolahnya SD 009 Jln. Ks. Tubun Dalam, Kamis (21/11/201). Sebagian Samarinda diguyur hujan deras, termasuk kawasan Jalan Wolter Monginsidi, sehingga mengakibatkan banjir. 

Menurut keterangan dari Ayahanda korban Musleh mendengar kabar telepon dari gurunya di sekolah untuk segera ke RS Dirgahayu, namun sesampainya di rumah sakit nyawanya tak tertolong.

“Waktu kejadian anak saya tidak sendiri, ia bersama 2 orang temannya, melihat anak saya terperosok ke dalam parit, tidak sempat menolong akibat arus banjir, 2 orang temannya ini bergegas mendatangi gurunya,” ungkap Musleh.

“Semua rahasia Allah. Saya pun juga punya anak dan tidak ada orang tua yang mau ditinggal anaknya, kita orang tua maunya melihat ia sukses. Saya yakin anak kita Ridho tenang di Surga sekarang,” ucap Barkati.

Ia pun terlihat tak dapat menahan air mata saat orang tua korban bersalaman dengannya. Saat itu, Barkati juga memberi santunan pada keluarga korban.

“Jangan dilihat nilainya, semoga ini bisa bermanfaat untuk keluarga," imbuhnya.

Ridho dikenal sebagai anak yang baik dan pintar mengaji ini berkat didikan orang tuanya Ustad Musleh guru ngaji yang juga pengurus Masjid Al-Jabal Nur dekat rumahnya.

Tak lupa Barkati pun berharap kejadian ini dapat dijadikan pelajaran untuk para guru-guru agar tak sampai luput dari pengawasan dan lebih hati-hati supaya tidak terulang di kemudian hari. (*)