Skip to content

Hari Ke-3, Sekda Sugeng Kembali Pimpin Penertiban Rumah Di Bantaran Karang Mumus

Sugeng: Upaya Penertiban Dilakukan Secara Persuasif Kepada Warga

Dipublikasikan: 09 Jul 2020, 19:54
Hari Ke-3, Sekda Sugeng Kembali Pimpin Penertiban Rumah Di Bantaran Karang Mumus
Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Sugeng Chairuddin memimpin aksi penertiban rumah di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Segiri RT 28 kelurahan Sidodadi Kamis (9/7/2020) -- www.kaltimnews.co / Foto: Kominfo Samarinda

KALTIMNEWS.CO, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus melakukan upaya penertiban rumah di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Segiri RT 28 kelurahan Sidodadi. Setelah hari pertama Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda Sugeng Chairuddin memimpin aksi penertiban, kembali di hari ketiga, Kamis (9/7/2020) Sugeng ikut turun ke lapangan.

“Kita terus melakukan upaya persuasif kepada warga. Alhamdulillah sudah 60 warga yang menyerahkan rekeningnya dan akan kita bayar. Kita tidak membongkar, tapi membantu warga membongkarnya,” ucap Sugeng mantan Kabag Humas dan Protokol Samarinda ini.

Sugeng di lokasi juga terlihat berdikusi dengan warga. “Tadi ada anak istri dari pemilik rumah bertanya berapa mereka mendapat ganti rugi. Langsung saya kasih lihat data dan dia juga kaget melihat nilai. Akhirnya mereka menerima dengan santunan itu dan akan memberikan penjelasan kepada bapaknya. Mereka bersedia kok,” beber Sugeng.

Disebutkan Sugeng memang santunan bervariasi tergantung luasan bangunan.

“Tapi di dalam santunan itu terdiri dari uang pembersihan, mobilisasi, sewa rumah dan tunjangan kehilangan usaha. Nilainya ini juga ditentukan secara independen oleh tim appraisal, bukan Pemerintah,” tegas Lurah Sidodadi tahun 90-an silam ini.

Jadi menurut Sugeng mereka tidak membongkar rumah warga tapi warga membongkar sendiri.

“Kita hanya membantu warga membongkar dan juga membongkar dinding pagar dan baleho,” beber Sugeng.

Sugeng juga menyampaikan terima kasih kepada warga Segiri yang telah memberikan ruang kepada mereka untuk mengeksekusi terhadap rumah yang telah dibayar.

“Bisa dilihat sendiri, warga yang membongkar kita hanya membantu. Jadi tidak banyak personil yang masuk ke rumah warga,” beber Sugeng.

Sugeng memohon hal ini akan diikuti warga lainnya. “Kita akan terus komunikasi. Mereka serahkan rekening, kita bayar dan selanjutnya eksekusi,” tutur Sugeng. (*)